Kegiatan FPK diselenggarakan secara serentak di 8 KK PSP Angkatan pertama pada tanggal 14 dan 15 Juni 2022 yang melibatkan para pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Wilayah 1, 3,4,5,6,7 dan 11, Para Fasilitator Penggerak, Pengawas, Guru, Komite Pembelajaran, Orang tua siswa dan Siswa SMP dan SMA.
Kegiatan bertujuan untuk Melakukan refleksi capaian kemajuan pendidikan dalam satu semester, Menyusun rencana dan komitmen tindak lanjut serta pembagian peran antar pemangku kepentingan untuk dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman bagi para pejabat dinas pendidikan kab/kota, Pengawas jenjang PAUD, SD, dan SMP serta KKKS, MKKS dan KKKTK terkait hal berikut :
Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka
Perencanaan Pembelajaran dan Penklaian pada kegiatan intralurikuler
Perencanaan Pembelajafan dan penilaian pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Penysunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), dan
Penyusunan dan pengembangan CP, TP dan ATP.
Kegiatan menghasilkan Lembar Kerja penyusunan KOSP jenjang PAUD, SD, dan SMP serta pengembangan TP dan ATP jenjang PAUD, Sd dan SMP.
Awal menjejakkan langkahnya Dan kami yang menyambutnya di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat Kesan pertama yang terukir… menyirnakan rasa penasaran Beliau seorang yang humble, baik hati, tidak sombong dan sepertinya rajin menabung… Tapi nampak bagi kami kaum hawa…laksana menyambut actor kawakan Indonesia…Robby Sugara… Apalagi ketika dengan sengaja disandingkan fotonya dengan sang actor… Viral lah beberapa waktu di grup medsos Wanita-wanita chuantique LPMP Jawa Barat
Dengan senyum yang selalu menghias wajahnya dan kesantunan sikapnya… Kami memanggilnya Pak Gus… Dan itu membuat sumringah seorang rekan kami… yang bisa nebeng keren dibalik panggilan Pak Gus… Pilihan Pa Kep saja untuk memanggil namanya… sepakat kami ucapkan Agar tidak ada kekeliruan di antara kita…
Hatinya halus, lembut dalam bertutur betul-betul dijaga agar jangan sampai ada yang terluka dengan ucapan atau tindakannya. Ketika berbincang, Pa Kep selalu berusaha mengingat dan menyebut nama kami. Rasanya tidak pernah terdengar bentakan atau teriakan walau sekedar memanggil nama kami… Bahkan karena kelembutannya, Pa Kep tidak perlu memanggil…. Biar kami yang datang menghampiri…
Ketelitiannya dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum kegiatan dilaksanakan tidak diragukan Adakalanya kami harus bolak-balik memperbaiki redaksi surat agar terjaga tata bahasa mengutarakan maksud kegiatan.
Pa Kep seorang humoris dan periang, Ketika pa kep tertawa bahkan tersenyum saja… matanya terpejam… Tapi Pa Kep tak perlu khawatir kami akan menghilang ya pa… Hanya saja…. Saat kami tersenyum bahagia karena perubahan LPMP menjadi BBPMP, bahkan menjadi Eselon Dua Pa Kep-lah yang malah menghilang…
3 tahun sebenarnya waktu yang tidak singkat… Namun aturan kerja karena pandemic covid membuatnya menjadi sangat singkat untuk menjalin erat. Terima kasih sudah sampai sejauh ini, pa Membersamai kami di LPMP Provinsi Jawa Barat sampai pada puncak penghargaan tertinggi Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi… Dan prestasi LPMP lainnya dalam 3 tahun terakhir ini. Dengan slogan Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun Pa Kep adalah cerminan pribadi itu…
Mohon maaf ya pa… Seperti yang Bapak bilang di Senin lalu Hari pertama kita bertemu saat usai Ramadhan berlalu Pa Kep berkata… Pasti tidak ada niat dihati untuk menyakiti Namun jika ada yang tersakiti, itu dari ketidaksengajaan ….mohon dimaafkan. Maafkan kami ya pa… maaf dengan tulus dan penuh kecintaan Pastinya pa kep pusing dengan kami Yang bersikeras agar ide kami difasilitasi Pa kep lebih banyak mendengar, tersenyum dan diam untuk mencerna apa mau kami, sebelum mengambil tindakan, Layaknya seorang Bapak menjadi pendengar bagi keluh kesah anak-anaknya
Tapi….kami baik, kan pa? Meski berbeda isi kepala Apa yang menjadi keputusan Pa Kep, kita jalankan bersama
Ternyata kebersamaan ini tidak hakiki Pa Kep tidak lagi bersama kami Bercanda atau sekedar makan cuanki Buatan bu mulyanti lestari
Tugas yang diembankan negara kepada bapak Sama berakhirnya dengan instansi kami yang beralih rupa Terima kasih sudah menjadi leader kami Sampai masa LPMP pun berganti menjadi BBPMP
Pa Kep mengantarkan kami hanya sampai ke gerbang Langkah kita pun terpisah di persimpangan Masing-masing dari kita akan mengawali perjuangan Panjang Hanya kepada Allah kita gantungkan doa dan harapan Semoga keberkahan meliputi perjalanan kehidupan
Rencana Allah membuka mata, menyadarkan jiwa Bahwa…saat kebersamaan tak lagi sama Waktu yang terbaik bukan esok atau lusa…tapi saat ini…
Saat kita diberi waktu untuk bersua Mengungkapkan rasa syukur dan saling memaafkan atas semuanya yang sukar untuk diutarakan Sebelum tiba saatnya masing-masing kita mengabdi di tempat yang berbeda Acara ini bukanlah acara perpisahan Karena perpisahan bukanlah sesuatu untuk dirayakan Tapi acara ini adalah perwujudan kasih sayang dan hantaran doa untuk keberkahan pa kep dan bagi kita semua Meski dikemas dengan sederhana, sangat sederhana untuk seorang seperti Bapak
Pa Kep akan terpatri dihati kami… dalam doa-doa kami Ijinkan kami tetap mengenang Pa Kep…sebagai Orangtua….sahabat…keluarga dan sebagai the last leader of LPMP Provinsi Jawa Barat… Biarkan kami…tetap menjadi bagian yang indah di hati Bapak Meski mungkin suatu saat satu persatu nama kami terlupakan
Gusmayadi Muharmansyah The last Leader of LPMP Jawa Barat adalah seorang pribadi yang ramah Dengan senyum selalu tersungging di wajah Pantang baginya untuk berkeluh kesah Apalagi membuat orang lain susah Kesantunan bertutur dan bertindak semoga mewabah Kepada kami… agar hidup lebih barakah
Ayeuna nepi kana wanci nu teu disangki Da Geus titis tulisna ti ajali Kersaning gusti hyang widi Paturay jeung pa Gusmayadi
Salah Satu Upaya BBPMP Provinsi Jawa Barat Mengakselerasi Peningkatan Mutu di Sekolah Penggerak
BBPMP Provinsi Jawa Barat mengadakan Penyusunan Bahan Pemetaan Capaian Implementasi Program Sekolah Penggerak kepada Pemerintah Daerah
PLT Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan, Dr. Hj. Poppy Dewi Puspitawati, MA., membuka kegiatan Penyusunan Bahan Pemetaan Capaian Implementasi Program Sekolah Penggerak kepada Pemerintah Daerah, pada Senin, 23 Mei 2022 di Hotel Sukajadi Bandung.
“Sekolah Penggerak adalah sekolah pilihan yang telah melalui beberapa tahapan untuk mencapai predikat ini,” ujar Poppy, “oleh karenanya saya mohon instrumen yang akan disusun dalam kegiatan ini adalah instrumen yang benar-benar menggambarkan tahapan capaian Sekolah Penggerak ,” urainya lagi.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung tanggal 23 s.d. 26 Mei 2022 ini, diikuti oleh 50 (lima puluh) orang Widyaprada dan Fungsional BBPMP, Pelatih Ahli atau Fasilitator Sekolah Penggerak dan Komite Pembelajaran dari sekolah sasaran PSP. Bertujuan untuk 1) menyusun instrumen untuk pemetaan sekolah sesuai dengan indikator capaian PSP;2) Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur capaian sekolah penggerak dalam aspek hasil belajar, lingkungan belajar, pembelajaran dan refleksi diri dan pembelajaran, kemudian 3)menyusun template olah data yang sesuai instrumen untuk mengkalsifikasikan sekolah ke dalam 4 kategori pencapaian yaitu Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3 dan Tahap 4. Serta 4) menyusun template laporan hasil pelaksanaan kegiatan pemetaan capaian PSP.
Adapun hasil yang diharapkan adalah 1) instrumen pemetaan yang mengukur aspek hasil belajar, lingkungan belajar, pembelajaran dan refleksi diri dan pembelajaran; 2) template olah data kegiatan pemetaan capaian PSP dan; 3) template laporan kegiatan pemetaan capaian PSP.
“Semoga dari instrumen yang kita susun ini, tergambar posisi sekolah penggerak tersebut, untuk kemudian diberikan rekomendasi hal-hal yang masih kurang dan perlu bimbingan lalu kita dapat menyusun treatment yang sesuai dengan kebutuhan sekolah penggerak tersebut,” urai Poppy menutup sambutannya. (Mutia)
Bandung Barat (08052022) – Apel hari Senin, 8 Mei 2022, di LPMP Provinsi Jawa Barat diganti dengan kegiatan Halal bi Halal pasca Ramadhan ddan Hari Raya IdulFitri 1443H/2022M.
Pada pembukaannya Kasubbag TU LPMP Provinsi Jawa Barat, Amas Sutiana menegaskan bahwa perlu upaya-upaya maksimal dalam mempersiapkan dan mengawal ZI WBK menuju WBBM.
Upaya pengawalan terhadap Zona Integritas WBK menuju WBBM dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai penguatan integritas segenap jajaran baik pimpinan maupun staf BBPMP sebagai ASN. Secara lebih sederhana dapat dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik yang selama ini telah terlah dilakukan pada masa kelembagaan LPMP Provinsi Jawa Barat.
Amas berharap agar segenap staf BBPMP mampu mengikuti berbagai perubahan yang terjadi tanpa mengurangi level kinerja yang dinilai telah baik sebelumnya.
“Bekerjalah sepertia biasa dengan tetap berusahan meningkatakan skill dan kompetensi sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi,” ungkap Amas.
Meskipun SK tertulis nya belum keluar namun LPMP Provinsi Jawa Barat secara nomenklatur telah resmi berubah menjadi BBPMP Provinsi Jawa Barat.
Secara tupoksi BBPMP tdk mengalami perubahan yang signifikan dengan tupoksi LPMP. Sehingga kewenangan fungsi dan beban tugas segenap staf BBPMP masih sama dengan LPMP .
Pada kesempatan Halal bi Halal kali ini Kepala LPMP Provinsi Jawa Barat, Gusmayadi Muharmansyah menyampaikan permohonan maaf dari semua jajaran pimpinan kepada semua staf, demikian pula sebaliknya.
Disampaikan pula harapan Kepala LPMP Jabar, agar semua jajaran pimpinan dengan dukunga kinerja semua staf, BBPMP dapat melanjutkan citra baik kinerja LPMP, bahkan bisa ditingkatksn lagi sesuai degan tuntutan dunia pendidikan keinian.
“Saya berharap semua pokja dapat meningkatkan kekompakan dan soliditas sehingga dapat bekerja dengan baik dan mampu menjawab tangan pada situasi yang baru, ” tutup Gusmayadi.