Sukabumi — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah terus dilakukan melalui perbaikan fasilitas pendidikan. Salah satu langkah tersebut terlihat di SMAN 2 Sukabumi, Jawa Barat, yang baru saja menyelesaikan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung kondisi sekolah tersebut untuk melihat bagaimana fasilitas yang telah diperbaiki digunakan dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Perbaikan yang dilakukan mencakup berbagai ruang penting di sekolah, seperti ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga ruang administrasi.
Program revitalisasi ini didukung oleh bantuan pemerintah pusat senilai sekitar Rp1,4 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan dan dinilai kurang mendukung kegiatan pembelajaran.
“Kami ingin memastikan bahwa program revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, baik bagi siswa maupun guru. Perbaikan sarana prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujar Fajar.
Perbaikan sarana pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan efektif. Fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan, misalnya, dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman materi secara lebih mendalam melalui kegiatan praktik maupun eksplorasi sumber belajar.
Selain perbaikan infrastruktur fisik, sekolah juga mulai memanfaatkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Salah satunya adalah penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital yang tersedia di ruang perpustakaan. Perangkat ini memungkinkan guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih visual dan interaktif.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memahami materi secara lebih menarik sekaligus menyesuaikan metode belajar dengan perkembangan teknologi digital.
Dalam waktu dekat, pemerintah juga berencana menambah dua unit perangkat papan interaktif digital untuk setiap satuan pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan teknologi pembelajaran di sekolah.
Di sisi lain, pihak sekolah merasakan perubahan yang cukup signifikan setelah revitalisasi dilakukan. Sebelumnya, beberapa fasilitas di SMAN 2 Sukabumi mengalami kerusakan cukup berat sehingga mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Bahkan terdapat ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak digunakan.
Setelah proses perbaikan selesai, kondisi sekolah menjadi lebih aman dan mendukung aktivitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa serta membantu guru menjalankan proses pembelajaran secara lebih optimal.
Program revitalisasi satuan pendidikan sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi fasilitas sekolah di berbagai daerah. Melalui program ini, sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dapat memperoleh dukungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan kondusif.
Dengan fasilitas yang lebih baik serta dukungan teknologi pembelajaran, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
(berita ini telah tayang di https://kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14868-wamen-fajar-pastikan-fasilitas-belajar-sman-makin-berkualitas-di-sukabumi )