Bandung Barat – Momentum Halal Bihalal Keluarga Besar BBPMP Jawa Barat bersama BAN PDM dimanfaatkan sebagai ruang refleksi pasca-Ramadan yang menekankan pentingnya keimanan, pengendalian diri, serta penguatan nilai kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memperkuat karakter individu dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan.

Dalam tausyiah yang disampaikan, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui konsistensi ibadah, termasuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk introspeksi diri. Refleksi Ramadan juga diarahkan pada kesadaran atas kesalahan pribadi, kemampuan menahan amarah, serta membangun sikap mudah memaafkan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan menghindari konflik.

Selain penguatan nilai spiritual, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kampanye Gerakan Indonesia Asri di satuan pendidikan. Gerakan ini mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, dengan menekankan budaya “resik” agar lingkungan sekolah terbebas dari sampah serta lebih tertata. Aspek keindahan juga diperhatikan melalui penataan taman dan ruang terbuka hijau.

Tidak hanya itu, perhatian terhadap penggunaan gawai pada anak menjadi bagian penting dalam pembahasan melalui kebijakan PP Tunas. Pengaturan screen time perlu dilakukan agar penggunaan gawai tidak berlebihan, disertai dengan penerapan screen zone untuk memastikan penggunaan perangkat dilakukan di tempat yang tepat dan tetap menghargai interaksi sosial.

Selanjutnya, penerapan screen break juga menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan aktivitas anak. Dengan memberikan jeda dari layar, anak didorong untuk lebih banyak berinteraksi langsung bersama keluarga dan teman. Melalui berbagai pesan tersebut, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara nilai spiritual, budaya lingkungan, dan literasi digital dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

(Tim media)