Sukabumi — Upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mulai ditanamkan sejak usia sekolah melalui berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan secara rutin. Salah satunya melalui kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan di SD Negeri 01 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik. Dalam kegiatan ini, para siswa terlibat langsung membersihkan lingkungan sekolah bersama para guru.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.
“Ini bagian dari program yang didorong oleh Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Salah satu implementasinya di lingkungan sekolah adalah menggiatkan kembali kegiatan Jumat Bersih, yakni kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin dengan melibatkan para siswa,” ucap Wamen Fajar.
Melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan kelas dan halaman sekolah, siswa dapat belajar memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perilaku sehari-hari yang terus terbawa hingga di luar lingkungan sekolah.
Selain menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada siswa. Dengan dilibatkan secara langsung, siswa dapat memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Para guru juga berperan aktif dalam membimbing siswa selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mengajak siswa membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru kelas 5 SD Negeri 01 Cibadak, Gina Permata Desa, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan yang dilakukan di sekolah dapat memengaruhi perilaku siswa di rumah.
Ia menjelaskan bahwa melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin, siswa menjadi lebih mandiri dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru juga sering memberikan contoh sederhana kepada siswa mengenai perbedaan kondisi belajar di lingkungan yang bersih dan yang kotor. Dari pengalaman tersebut, siswa dapat merasakan secara langsung bagaimana kebersihan memengaruhi kenyamanan belajar.
Lingkungan yang bersih membuat siswa lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran. Sebaliknya, kondisi lingkungan yang kotor dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi siswa saat belajar.
Melalui Gerakan ASRI, pemerintah bersama satuan pendidikan berupaya mendorong terbentuknya budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membangun karakter siswa yang lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sejak dini.
Selain menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya pendidikan karakter yang menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
(berita ini telah tayang di https://kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14859-menanamkan-kepedulian-lingkungan-sejak-dini-melalui-gerakan-asri-di-sekolah )