The Last Leader of LPMP Provinsi Jawa Barat

The Last Leader of LPMP Provinsi Jawa Barat

Hari itu pada Januari 2019…

Awal menjejakkan langkahnya
Dan kami yang menyambutnya di Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Kesan pertama yang terukir… menyirnakan rasa penasaran
Beliau seorang yang humble, baik hati, tidak sombong dan sepertinya rajin menabung…
Tapi nampak bagi kami kaum hawa…laksana menyambut actor kawakan Indonesia…Robby Sugara…
Apalagi ketika dengan sengaja disandingkan fotonya dengan sang actor… Viral lah beberapa waktu di grup medsos Wanita-wanita chuantique LPMP Jawa Barat

Dengan senyum yang selalu menghias wajahnya dan kesantunan sikapnya…
Kami memanggilnya Pak Gus…
Dan itu membuat sumringah seorang rekan kami…
yang bisa nebeng keren dibalik panggilan Pak Gus…
Pilihan Pa Kep saja untuk memanggil namanya… sepakat kami ucapkan
Agar tidak ada kekeliruan di antara kita…

Hatinya halus, lembut dalam bertutur betul-betul dijaga agar jangan sampai ada yang terluka dengan ucapan atau tindakannya.
Ketika berbincang, Pa Kep selalu berusaha mengingat dan menyebut nama kami.
Rasanya tidak pernah terdengar bentakan atau teriakan walau sekedar memanggil nama kami…
Bahkan karena kelembutannya, Pa Kep tidak perlu memanggil….
Biar kami yang datang menghampiri…

Ketelitiannya dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum kegiatan dilaksanakan tidak diragukan
Adakalanya kami harus bolak-balik memperbaiki redaksi surat agar terjaga tata bahasa mengutarakan maksud kegiatan.

Pa Kep seorang humoris dan periang,
Ketika pa kep tertawa bahkan tersenyum saja… matanya terpejam…
Tapi Pa Kep tak perlu khawatir kami akan menghilang ya pa…
Hanya saja….
Saat kami tersenyum bahagia karena perubahan LPMP menjadi BBPMP, bahkan menjadi Eselon Dua
Pa Kep-lah yang malah menghilang…

3 tahun sebenarnya waktu yang tidak singkat…
Namun aturan kerja karena pandemic covid membuatnya menjadi sangat singkat untuk menjalin erat.
Terima kasih sudah sampai sejauh ini, pa
Membersamai kami di LPMP Provinsi Jawa Barat sampai pada puncak penghargaan tertinggi
Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi…
Dan prestasi LPMP lainnya dalam 3 tahun terakhir ini.
Dengan slogan Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun
Pa Kep adalah cerminan pribadi itu…

Mohon maaf ya pa…
Seperti yang Bapak bilang di Senin lalu
Hari pertama kita bertemu saat usai Ramadhan berlalu
Pa Kep berkata…
Pasti tidak ada niat dihati untuk menyakiti
Namun jika ada yang tersakiti, itu dari ketidaksengajaan ….mohon dimaafkan.
Maafkan kami ya pa… maaf dengan tulus dan penuh kecintaan
Pastinya pa kep pusing dengan kami
Yang bersikeras agar ide kami difasilitasi
Pa kep lebih banyak mendengar, tersenyum dan diam untuk mencerna apa mau kami, sebelum mengambil tindakan,
Layaknya seorang Bapak menjadi pendengar bagi keluh kesah anak-anaknya

Tapi….kami baik, kan pa? Meski berbeda isi kepala
Apa yang menjadi keputusan Pa Kep, kita jalankan bersama

Ternyata kebersamaan ini tidak hakiki
Pa Kep tidak lagi bersama kami
Bercanda atau sekedar  makan cuanki
Buatan bu mulyanti lestari

Tugas yang diembankan negara kepada bapak
Sama berakhirnya dengan instansi kami yang beralih rupa
Terima kasih sudah menjadi leader kami
Sampai masa LPMP pun berganti menjadi BBPMP

Pa Kep mengantarkan kami hanya sampai ke gerbang
Langkah kita pun terpisah di persimpangan
Masing-masing dari kita akan mengawali perjuangan Panjang
Hanya kepada Allah kita gantungkan doa dan harapan
Semoga keberkahan meliputi perjalanan kehidupan

Rencana Allah membuka mata, menyadarkan jiwa
Bahwa…saat kebersamaan tak lagi sama
Waktu yang terbaik bukan esok atau lusa…tapi saat ini…

Saat kita diberi waktu untuk bersua
Mengungkapkan rasa syukur  dan saling memaafkan atas semuanya yang sukar untuk diutarakan
Sebelum tiba saatnya masing-masing kita mengabdi di tempat yang berbeda
Acara ini bukanlah acara perpisahan
Karena perpisahan bukanlah sesuatu untuk dirayakan
Tapi acara ini adalah perwujudan kasih sayang dan hantaran doa untuk keberkahan pa kep dan bagi kita semua
Meski dikemas dengan sederhana, sangat sederhana untuk seorang seperti Bapak

Pa Kep akan terpatri dihati kami… dalam doa-doa kami
Ijinkan kami tetap mengenang Pa Kep…sebagai Orangtua….sahabat…keluarga dan sebagai the last leader of LPMP Provinsi Jawa Barat…
Biarkan kami…tetap menjadi bagian yang indah di hati Bapak
Meski mungkin suatu saat satu persatu nama kami terlupakan

Gusmayadi Muharmansyah
The last Leader of LPMP Jawa Barat adalah seorang pribadi yang ramah
Dengan senyum selalu tersungging di wajah
Pantang baginya untuk berkeluh kesah
Apalagi membuat orang lain susah
Kesantunan bertutur dan bertindak semoga mewabah
Kepada kami… agar hidup lebih barakah

Ayeuna nepi kana wanci nu teu disangki
Da Geus titis tulisna ti ajali
Kersaning gusti hyang widi
Paturay jeung pa Gusmayadi

Penyusunan Bahan Pemetaan capaian PSP

Penyusunan Bahan Pemetaan capaian PSP

Salah Satu Upaya BBPMP Provinsi Jawa Barat Mengakselerasi Peningkatan Mutu di Sekolah Penggerak

BBPMP Provinsi Jawa Barat mengadakan Penyusunan Bahan Pemetaan Capaian Implementasi Program Sekolah Penggerak kepada Pemerintah Daerah

PLT Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan, Dr. Hj. Poppy Dewi Puspitawati, MA., membuka kegiatan  Penyusunan Bahan Pemetaan Capaian Implementasi Program Sekolah Penggerak kepada Pemerintah Daerah, pada Senin, 23 Mei 2022 di Hotel Sukajadi Bandung.

“Sekolah Penggerak adalah sekolah pilihan yang telah melalui beberapa tahapan untuk mencapai predikat ini,” ujar Poppy, “oleh karenanya saya mohon instrumen yang akan disusun dalam kegiatan ini adalah instrumen yang benar-benar menggambarkan  tahapan capaian Sekolah Penggerak ,” urainya lagi.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung tanggal 23 s.d. 26 Mei 2022 ini, diikuti oleh 50 (lima puluh) orang Widyaprada dan Fungsional BBPMP, Pelatih Ahli atau Fasilitator Sekolah Penggerak dan Komite Pembelajaran dari sekolah sasaran PSP. Bertujuan untuk  1) menyusun instrumen untuk pemetaan sekolah sesuai dengan indikator capaian PSP;2) Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur capaian sekolah penggerak dalam aspek hasil belajar, lingkungan belajar, pembelajaran dan refleksi diri dan pembelajaran, kemudian 3)menyusun template olah data yang sesuai instrumen untuk mengkalsifikasikan sekolah ke dalam 4 kategori pencapaian yaitu Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3 dan Tahap 4. Serta 4) menyusun template laporan hasil pelaksanaan kegiatan pemetaan capaian PSP.

Adapun hasil yang diharapkan adalah 1) instrumen pemetaan yang mengukur aspek hasil belajar, lingkungan belajar, pembelajaran dan refleksi diri dan pembelajaran; 2) template olah data kegiatan pemetaan capaian PSP dan; 3) template laporan kegiatan pemetaan capaian PSP.

“Semoga dari instrumen yang kita susun ini, tergambar posisi sekolah penggerak tersebut, untuk kemudian diberikan rekomendasi hal-hal yang masih kurang dan perlu bimbingan lalu kita dapat menyusun treatment yang sesuai dengan kebutuhan sekolah penggerak tersebut,” urai Poppy menutup sambutannya.  (Mutia)

Halal bi Halal BBPMP Prov. Jabar

Halal bi Halal BBPMP Prov. Jabar

Bandung Barat (08052022) – Apel hari Senin, 8 Mei 2022, di LPMP Provinsi Jawa Barat diganti dengan kegiatan Halal bi Halal pasca Ramadhan ddan Hari Raya IdulFitri 1443H/2022M.

Pada pembukaannya Kasubbag TU LPMP Provinsi Jawa Barat, Amas Sutiana menegaskan bahwa perlu upaya-upaya maksimal dalam mempersiapkan dan mengawal ZI WBK menuju WBBM.

Upaya pengawalan terhadap Zona Integritas WBK menuju WBBM dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai penguatan integritas segenap jajaran baik pimpinan maupun staf BBPMP sebagai ASN. Secara lebih sederhana dapat dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan yang baik yang selama ini telah terlah dilakukan pada masa kelembagaan LPMP Provinsi Jawa Barat.

Amas berharap agar segenap staf BBPMP mampu mengikuti berbagai perubahan yang terjadi tanpa mengurangi level kinerja yang dinilai telah baik sebelumnya.

“Bekerjalah sepertia biasa dengan tetap berusahan meningkatakan skill dan kompetensi sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi,” ungkap Amas.

Meskipun SK tertulis nya belum keluar namun LPMP Provinsi Jawa Barat secara nomenklatur telah resmi berubah menjadi BBPMP Provinsi Jawa Barat.

Secara tupoksi BBPMP tdk mengalami perubahan yang signifikan dengan tupoksi LPMP. Sehingga kewenangan fungsi dan beban tugas segenap staf BBPMP masih sama dengan LPMP .

Pada kesempatan Halal bi Halal kali ini Kepala LPMP Provinsi Jawa Barat, Gusmayadi Muharmansyah menyampaikan permohonan maaf dari semua jajaran pimpinan kepada semua staf, demikian pula sebaliknya.

Disampaikan pula harapan Kepala LPMP Jabar, agar semua jajaran pimpinan dengan dukunga kinerja semua staf, BBPMP dapat melanjutkan citra baik kinerja LPMP, bahkan bisa ditingkatksn lagi sesuai degan tuntutan dunia pendidikan keinian.

“Saya berharap semua pokja dapat meningkatkan kekompakan dan soliditas sehingga dapat bekerja dengan baik dan mampu menjawab tangan pada situasi yang baru, ” tutup Gusmayadi.

(udo/pbip)

Beas Kaheman, Salah Satu Implementasi Pendidikan Karakter di Kab. Purwakarta

Beas Kaheman, Salah Satu Implementasi Pendidikan Karakter di Kab. Purwakarta

Beas Kaheman, Salah Satu Implementasi Pendidikan Karakter di Kab. Purwakarta

 

Siang itu, suasana aula Bale Linuhung Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta sedikit berbeda. Hilir mudik orang yang sedang mengangkut dan menurunkan beras terlihat memenuhi salah satu pojok ruangan yang sangat besar tersebut. Menurut salah satu petugas mereka sedang mengumpulkan beras untuk program Gemilang Cinta. Apa itu Gemilang Cinta? “Gemilang Cinta adalah program membagi-bagikan beras di  bulan Ramadhan untuk warga sekitar yang kurang mampu. Berasnya berasal dari program Beas Kaheman” ujarnya. Apa itu program Beas Kaheman?

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta, ibu Sadiyah, M.Pd, Beas Kaheman adalah program atau kegiatan mengumpulkan beras yang dilakukan oleh siswa PAUD, SD dan SMP se Kab. Purwakarta setiap hari Kamis. Beras yang terkumpul di sekolah kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar dan juga kepada anak yang membutuhkan di sekolah tersebut. Tidak ada paksaan dalam mengumpulkan beras, hanya bagi siswa yang mampu saja yang mengumpulkan.

Yang lebih unik lagi dari program ini adalah siswa membawa beras tersebut kesekolah tidak menggunakan plastik, namun diganti dengan Kanjut Kundang. Kanjut Kundang adalah wadah atau kantong yang terbuat dari kain. Kanjut Kundang ini dibuat dari kain bekas secara manual (dikecos) oleh siswa itu sendiri tidak boleh oleh orang lain. Hal ini sebagai salah satu bentuk pendidikan ketelatenan, keuletan dan sebagai salah satu hasil praktik mata pelajaran  prakarya/keterampilan.

Sementara itu, ibu Sekretaris Dinas menjelaskan bahwa program ini masuk ke dalam salah satu 7 poe atikan istimewa sebagai penguatan pendidikan karakter di Purwakarta, yakni Senin Ajeng Nusantara, Salasa Mapag Buana, Rebo Maneuh di Sunda, Kemis Nyanding Wawangi. Kemis sebagai Nyanding Wawangi adalah tema pembelajaran setiap hari Kamis. Dimana siswa dituntut untuk lebih kreatif lagi. terutama, dari sisi kepekaan sosial. Mereka diajarkan untuk lebih saling menghormati‎ dan menebar kasih sayang antar sesama.

Diharapkan melalui program ini dapat menanamkan nilai gotong royong dan nilai kepedulian sosial pada setiap siswa sekaligus membantu masyarakat yang tidak mampu di lingkungan sekitar.

 

 

 

ttings.

KEGIATAN BERBAGI TA`JIL DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1443 HIJRIAH OLEH CABANG PGRI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

KEGIATAN BERBAGI TA`JIL DI BULAN RAMADHAN TAHUN 1443 HIJRIAH OLEH CABANG PGRI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI

Alhamdulillah Cabang PGRI Palabuhanratu telah melaksanakan kegiatan berbagi ta`jil pada hari jum`at tanggal 22 April 2022.Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu Bapak Udep Suherdi,S.Pd.i serta didukung oleh pengurus PGRI,anggota PGRI,Para pengawas di lingkungan Pendidikan Kecamatan Palabuhanratu tak ketinggalan Bapak Camat Palabuhanratu sangat antusias dan responsif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh PGRI.

                Berbagi ta`jil dilaksanakan di jalan raya Siliwangi,alun-alun depan masjid agung Palabuhanratu pada waktu sore hari sekitar pukul 16.30 WIB.Paket ta`jil dibagikan kepada masyarakat yang sedang menunggu waktunya berbuka puasa,pengendara motor,dan masyarakat yang melewati jalan tersebut.Animo masyarakat terhadap kegiatan ini sangat baik,terlihat mereka sangat senang mendapat paket ta`jil dari PGRI Cabang Palabuhanratu

                Paket ta`jil yang dibagikan diantaranya kolak pisang,kolang-kaling,bubur kacang hijau,makanan-makanan jajanan pasar, yang dikemas sedemikian rupa.Dana paket ta`jil diperoleh dari uang kas cabang PGRI,dari para kepala sekolah berupa paket ta`jil perorang 25 paket jika dijumlahkan mencapai kurang lebih 1000 paket.Pembagian ta`jil tersebut dikawal oleh pihak keamanan dari kepolisian Polsek Palabuhanratu agar kegiatan berjalan dengan lancar. Penyelenggaraan kegiatan berbagi ta`jil di Palabuhanratu yang diadakan oleh PGRI berlangsung dari tahun ke tahun dengan harapan masyarakat dan PGRI selalu dekat tanpa ada kesenjangan.

                Demikian kegiatan ini kami laksanakan dengan penuh kebanggan,silaturahmi yang tiada henti rasa persatuan diantara sesama apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah.Hidup PGRI,Hidup PGRI,PGRI Cabang Palabuhanratu tetap jaya.

(udo/pbip)

Workshop Penyusunan Peta Proses Bisnis dan Reviu POS Tahun 2022

Workshop Penyusunan Peta Proses Bisnis dan Reviu POS Tahun 2022

Bandung Barat, 18 April 2022 — LPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Reviu Prosedur Operasional Standar Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada hari Senin-Selasa tanggal 18-19 April 2022 dan diikuti oleh 29 orang peserta dari berbagai tugas jabatan.

Kegiatan dibuka oleh Amas Sutiana, Kepala Sub Bagian Tata Usaha LPMP Jawa Barat. Dalam sambutannya Amas mengharapkan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan teteap semangat meskipun diadakan pada bulan puasa.

Kasubbag TU berharap agar kegiatan ini dapat menyusun POS yang efektif dan implementatif dalam kegiatan lembaga. Lebih lanjut Amas mengamanatkan agar setiap pegawai LPMP siap dengan berbagai perubahan mekanisme kerja.

“Jangan gagap ketika ada perubahan, hadapi dengan optimis. Pasti ada sisi baik dari setiap proses yang harus dijalani.” tutup Amas.

Kegiatan ini berupaya untuk mereviu dan merevisi sejumlah 104 buah Prosedur Operasional Standar. Materi secara umum dipaparkan oleh DIni Hendriani, M.Si sebagai Fasilitator.

Penyusunan prosedur standar operasional ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi.Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan revisi terhadap POS yang disesuaikan dengan perubahan struktur organisasi dan ketentuan peraturan yang berlaku.Selama kegiatan, peserta aktif mengikuti diskusi reviu POS guna mengetahui kesulitan penerapan POS dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

(udo/pbip)