Jakarta – BBPMP Provinsi Jawa Barat belumlama ini telah berhasil endapatkan predikat Cukup Informatif sebagai UPT Kemendikbudristek dalam Keterbukaan Informasi Publik.
Untuk meningkatkan status Layanan Informasi Publik BBPMP Provinsi Jawa Barat terus berupaya menjadikan dirinya menjadi UPT Kemendikbudristek dengan status Informatif. Sehingga tidak hanya mampu mengemban amanat dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informas Publik, tetapi juga semakin meningkatkan kebermanfaatan lembaga di tengah-tengah masyarakat terutama dalam Layanan Keterbukaan Informasi Publik.
Mealui kegiatan ini Kemendikbudristek mendorong setiap UPT di bawah kewenangannya untuk terus meningkatkan peran dan kebermanfaatan setiap UPT terutama dalam Layanan Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini sejalan dengan tekad BBPMP Provinsi Jawa Barat untuk menempatkan dirinya sebagai penyampai Layanan Informasi Publik yang memiliki kredibilitas Tinggi dan meiliki manfaat besar bagi semua stakeholder di lingkungan pendidikan di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini digawangi oleh Tim Pelaksana Koordinator PPID Kemendikbudristek dengan mengundang narasumber Samrotunajah Ismail, SE., M.Si., CMA dari Komisi Informasi Pusat RI dan dihadiri oleh sekitar 120 peserta perwakilan PPID dari setiap UPT di lingkungan Kemendikbudristek.
Dalam paparannya Samrotunajah menyampaikan bahwa PPID berbeda dengan Kehumasan. Secara umum PPID bertugas untuk : 1) mengawal jalannya Keterbukaan Informasi Publik di Satuan Kerjanya; 2) menjembatani antara masyarakat yang membutuhkan informasi dengan lembaga; 3) mengawal akses informasi dari berbagai pihak yang berkepentingan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku; 4) memfasilitasi keterbukaan informasi publik untuk informasi yang harus disediakan oleh lembaga.
“PPID itu secara hukum dillindungi undang-undang, sedangkan Kehumasan lebih bertugas pada branding lembaga”, ujar Samrotunajah.
Di akhir paparannya, Samrotunajah sebagai narasumber tunggal menegaskan bahwa perlu satu frekuensi antara unit-unit yang ada di naungan Kemendikbudristek dalam mengawal Keterbukaan Informasi Publik.
“Apa artinya informasi tanpa kebermafaatan untuk msayarakat”, tutup Samrotunajah.
Kab. Ciamis – Dalam rangka mengimplementasikan Permendikbud No. 33 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Kegiatan In Service 1 Satuan Pendidikan Aman Bencana, pada tanggal 30 Agustus 2023 sampai dengan 1 September 2023 di Kab. Ciamis dan Kab. Pangandaran. Kegiatan ini diikuti oleh 20 Satuan Pendidikan jenjang SD yang berada pada lokasi rawan bencana.
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang selanjutnya disebut Program SPAB adalah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak Bencana di Satuan Pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan dengan harapan dapat memberikan pelindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari risiko bencana. Selain itu untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang terdampak bencana, perlu dilakukan penangangan pada situasi darurat dan pascabencana.
Dari kegiatan ini peserta menyusun draft tim siaga bencana satuan pendidikan dan rencana aksi SPAB di masing-masing satuan pendidikan yang mengikuti kegiatan. Dokumen ini akan menjadi tagihan pada saat kegiatan berikutnya yaitu ON Satuan Pendidikan Aman Bencana yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan September 2023.
Mudah-mudahan program SPAB ini tidak hanya diikuti oleh Kab. Ciamis dan Kab. Pangandaran saja, namun secara luas dapat diselenggarakan di 25 Kab/Kota lainnya di Provinsi Jawa Barat. Sehingga kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan dapat ditingkatkan agar peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan terhindar dari resiko bencana.
Sabtu, 26 Agustus 2023 – Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat menghadiri Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1 Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 di SMPN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Lokakarya ini merupakan salah satu upaya mentransformasi sekolah di Indonesia agar mendapatkan hasil belajar di atas level yang diharapkan, lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif, proses pembelajaran yang berpusat pada murid, serta refleksi diri dan pengimbasan. Salah satu upaya dalam mencapai transformasi tersebut khususnya tentang penyelenggaraan pembelajaran yang berpusat pada murid dilakukan melalui pendampingan terhadap komite pembelajaran pada setiap sekolah penggerak melalui lokakarya. Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1: Pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan kegiatan yang secara khusus membahas bagaimana mewujudkan pembelajaran serta ekosistem sekolah yang berpusat/berpihak pada murid.
Tujuan Pembelajaran dari Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1 PSP Angkatan 3 adalah; 1. Peserta mampu menganalisis jenis keberagaman murid beserta kebutuhannya; 2. Peserta mampu menilai pembelajaran dan ekosistem sekolah yang berpusat pada murid; 3. Peserta mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada murid (ditekankan untuk guru); 4. Peserta mampu merancang ekosistem sekolah yang berpusat pada murid (ditekankan untuk pengawas dan kepala sekolah); 5. Peserta berkomitmen menerapkan pembelajaran dan ekosistem yang berpusat/berpihak pada murid. Adapun yang menjadi peserta dalam kegiatan ini diantaranya 20 kepala sekolah penggerak Angkatan 3, 34 guru, dan 17 pengawas sekolah.
Dalam kesempatan ini Sri Wahyuningsih (Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat) berkesempatan menyampaikan beberapa pesan terkait pentingnya kolaborasi dan sinergi antara UPT Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah. Dalam upaya mendorong komunitas belajar disatuan pendidikan menjadi inisiator sekolah untuk melakukan transformasi pembelajaran dan meningkatkan mutu serta kualitas pembelajaran disatuan pendidikan.
Harapan dari Lokakarya Perencanaan Pembelajaran 1 PSP Angkatan 3 ini adalah: 1. Hasil asesmen diri tentang implementasi pembelajaran dan ekosistem yang berpusat pada murid; 2. Hasil analisis tantangan, peluang serta hambatan dalam mewujudkan pembelajaran dan ekosistem sekolah yang berpusat pada murid; 3. Rancangan sebuah kebijakan yang membangun ekosistem sekolah yang berpusat pada murid dan rencana pembelajaran sederhana mengenai pembelajaran yang berpusat pada murid; 4. Rencana aksi nyata yang akan dilakukan sekolah dalam waktu dekat.
Kota Cimahi – Hari ini, Sabtu 12 Agustus 2023 di lapangan sepakbola Pusdikpom Cimahi telah digelar pertandingan final Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Provinsi Jawa Barat antara Kab. Purwakarta melawan Kota Bogor, dengan kemenangan diperoleh tim Kab. Purwakarta. Sebelumnya telah bertanding Kota Bandung melawan Kota Cimahi, untuk memperebutkan posisi juara tiga dan ke empat, dan dimenangkan oleh tim dari Kota Bandung. Empat pilar kebijakan pembangunan pendidikan nasional, yang meliputi olah hati atau kalbu, olah rasa, olah pikir, dan olahraga menjadi Fokus pembinaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan teknologi. Olahraga merupakan kegiatan fisik yang dapat membangkitkan semangat, menumbuhkan sportivitas, persahabatan, dan persaudaraan. Olahraga juga dapat memiliki arti yang strategis bagi nation and character building atau pembangunan watak bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) bagi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2023. Kegiatan ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. BBPMP Provinsi Jawa Barat sebagai UPT Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mempunyai tanggaungjawab yang besar untuk bersama-sama berkontribusi melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga di tingkat sekolah sampai tingkat nasional sehingga dapat mewadahi talenta peserta didik khususnya dalam bidang pembinaan olahraga. Kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) tahun 2023 di tingkat Jawa Barat ini, dilaksanakan melalui Kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Dinas Pendidikan Kab/Kota. Diharapkan melalui ajang talenta ini dapat membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.
Kab. Bandung Barat – pada hari Selasa tanggal 8 Agustus 2023 di BBPMP Provinsi Jawa Barat telah dilaksanakan Pembukaan kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI). GSI merupakan wadah bagi para peserta didik dalam menumbuhkembangkan bakat dan minat dalam bidang sepakbola, melalui pembinaan kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah.
Untuk tingkat Jawa Barat tahun 2023 ini, GSI diikuti oleh 11 kontingen yang berasal dari Kab. Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya, Kab. Purwakarta, Kab. Pangandaran, Kota Cirebon, Kab. Indramayu, Kota Bogor dan Kab. Sukabumi. Keabsahan persyaratan pemain dan official dari kontingen tersebut telah melalui tahapan verifikasi dan validasi di tingkat provinsi melalui aplikasi BPTI.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan GSI ini dan menyampaikan harapan kepada para kontingen agar bermain sportif, bersemangat dalam mengukir prestasi, karena mereka adalah bakal calon atlit tingkat nasional.
Sinergi antar BBPMP Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asosiasi PSSI Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Satuan Pendidikan sangat menentukan kesuksesan pelaksanaan kegiatan GSI ini. Pertandingan ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 12 Agustus di lapang sepak bola Pusdikjas dan Pusdikpom Cimahi dengan tema “Merdeka Berprestasi, Talenta Sepakbola Menginspirasi”.
Bandung Barat, (WK),- Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menerima audiensi Komunitas Guru Penggerak Kota Cimahi (KGPKC) pada Senin 10 Juli 2023.
“Kami datang untuk melakukan sinkronisasi program kerja KGPKC dengan program-program yang sudah disusun oleh BBPMP,” ujar Asep Permana, Ketua KGPKC.
Kepala BBPMP, Sri Wahyuni didampingi oleh perwakilan PMO PDM dan PMO Kota Cimahi menyambut baik kedatangan KGPKC ini
“BBPMP Provinsi Jawa Barat siap melakukan kemitraan untuk melakukan peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat,” ujar beliau.
Guru Penggerak di Kota Cimahi saat ini berjumlah 114 orang dan selama ini telah melakukan pengimbasan IKM, pengembangan pembelajaran berdiferensiasi, pembahasan modul ajar dan perangkat yang harus disiapkan dalam proses pembelajaran, penugasan ke seluruh anggota untuk pembinaan dan coach dari sekolah masing-masing.
Materi yang didiskusikan dalam audiensi ini meliputi:
Rencana program KGPKC tahun 2023;
Rencana program BBPMP Provinsi Jawa Barat berdasarkan 11 PDM tahun 2023;
Kondisi capaian dashboard akun belajar.id dan PMM Kota Cimahi;
Telaah permasalahan yang dihadapi guru penggerak di Kota Cimahi;
Pentingnya regulasi dari walikota tentang Guru Penggerak.
Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan KGKCP berupa bimtek dan workshop terkait penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan melibatkan BBPMP . (Tim Media)