Digitalisasi Pembelajaran Wujudkan Kelas yang Lebih Interaktif dan Menyenangkan

Digitalisasi Pembelajaran Wujudkan Kelas yang Lebih Interaktif dan Menyenangkan

Jawa Barat – Program digitalisasi pembelajaran terus menunjukkan dampak positif di berbagai satuan pendidikan. Melalui pemanfaatan teknologi, proses belajar kini tidak lagi berlangsung satu arah. Hal ini terlihat pada implementasi digitalisasi pembelajaran di SMP Negeri 2 Margaasih yang mulai menghadirkan suasana belajar yang lebih dinamis.

Dengan hadirnya perangkat digital, peserta didik dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Teknologi memungkinkan siswa untuk terlibat lebih aktif dalam setiap aktivitas pembelajaran, baik secara individual maupun kelompok.

Salah satu perangkat yang memberikan peran signifikan adalah Papan Interaktif Digital. Alat ini membuka ruang partisipasi aktif bagi peserta didik, sehingga mereka dapat berkontribusi secara langsung dalam proses pembelajaran. Penggunaan papan interaktif juga membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami karena penyajiannya lebih visual dan menarik. 

“Belajarnya seru banget bisa ngerjain soal lewat layar, lihat video, ikut kuis, jadi belajarnya lebih cepat mengerti” ujar Syakiran Siswa SMP Negeri 2 Margaasih.

Lebih dari itu, digitalisasi pembelajaran memungkinkan guru memberikan umpan balik secara cepat dan tepat. Guru dapat memantau perkembangan siswa melalui perangkat digital, memberikan koreksi langsung, serta menyesuaikan metode mengajar sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik. Hal ini membuat proses belajar lebih hidup dan bermakna.

“Dengan menggunakan papan interaktif  digital saya bisa mengajar dengan jelas karena ada audionya dan visualnya sehingga siswa menjadi lebih aktif bertanya, kemudian bisa memanfaatkan fitur-fitur yang kita gunakan untuk pembelajaran dan lebih interaktif lagi” ujar guru SMP Negeri 2 Margaasih..

Keberadaan teknologi ini menjadikan proses belajar lebih hidup dan bermakna. Interaksi antara guru dan siswa semakin efektif, sementara suasana kelas menjadi lebih kondusif untuk eksplorasi, diskusi, dan kreativitas. Transformasi ini turut mendorong tumbuhnya budaya belajar yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Langkah digitalisasi pembelajaran di sekolah menjadi bukti nyata upaya transformasi pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Dengan dukungan perangkat yang tepat, sekolah mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan generasi saat ini.

(Tim media)

Kemendikdasmen Resmikan Aturan Baru untuk Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Kemendikdasmen Resmikan Aturan Baru untuk Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan budaya sekolah aman dan nyaman. Aturan baru ini menjadi landasan penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, serta menjunjung tinggi nilai saling menghormati di sekolah.

Untuk membuat pendidikan yang baik bagi semua, sekolah tidak hanya perlu fokus pada pelajaran, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman. Saat ini, cara sekolah menangani masalah tidak lagi menunggu kejadian buruk terjadi baru ditangani. Sebaliknya, sekolah mulai lebih banyak melakukan pencegahan sejak awal. Tujuannya agar murid merasa dihargai, dilindungi, dan tetap mendapatkan hak-haknya.

Agar upaya ini berjalan dengan baik, pemerintah juga menyesuaikan aturan-aturan sekolah dengan berbagai undang-undang yang berlaku. Aturan baru perlu sesuai dengan UU Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, PP Tunas, dan aturan lain yang mendukung keamanan murid. Dengan aturan yang jelas dan lengkap, sekolah bisa melindungi murid dengan lebih maksimal.

Mewujudkan sekolah aman bukan hanya tugas guru atau kepala sekolah saja. Murid, orang tua, masyarakat, hingga media juga harus ikut terlibat. Semua pihak memiliki peran penting untuk menjaga kenyamanan di sekolah, baik secara fisik, emosional, maupun dalam penggunaan teknologi. Dengan bekerja sama, sekolah dapat menjadi tempat yang lebih positif dan mendukung perkembangan anak.

Setiap orang di sekolah murid, guru BK, wali kelas, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan memiliki perannya masing-masing. Mereka perlu saling mendukung untuk mencegah masalah, seperti kekerasan, perundungan, atau ketidaknyamanan lainnya. Langkah pencegahan dilakukan melalui kegiatan pembiasaan positif, pengaturan kelas yang baik, komunikasi yang hangat, dan edukasi tentang pentingnya saling menghormati.

Program Sekolah Aman dan Nyaman memiliki tujuan untuk memenuhi empat kebutuhan penting murid kebutuhan spiritual, keamanan fisik, kesehatan mental dan keamanan sosial, serta keamanan digital. Program ini diperuntukkan bagi seluruh warga sekolah. Pelaksanaannya didukung oleh sembilan prinsip, seperti manusiawi, tidak membeda-bedakan, melibatkan semua pihak, serta dilakukan secara terus-menerus. Dengan prinsip tersebut, sekolah diharapkan menjadi tempat yang ramah, aman, dan mendukung semua murid untuk belajar dengan tenang.

“Mari bersama-sama menjadi bagian dari perubahan positif untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak Indonesia,” tulisnya dalam caption.

Demikian ajakan Kemendikdasmen melalui keterangan resminya. Peraturan baru ini diharapkan menjadi dorongan bagi satuan pendidikan untuk terus memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.

(Tim media)

Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya oleh Wamendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan yang Merata

Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya oleh Wamendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan yang Merata

Tasikmalaya – Pemerintah terus mendorong pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini kembali terlihat dengan diresmikannya sejumlah Unit Sekolah Baru (USB) dan hasil revitalisasi sekolah tahun 2025 yang dipusatkan di SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., didampingi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Acara ini turut dihadiri jajaran Muspida, Dinas Pendidikan, organisasi kepemudaan, lembaga masyarakat, tokoh masyarakat, camat, hingga para pendidik.

SMA Negeri 11 Tasikmalaya yang berada di Kecamatan Bungursari kini menjadi simbol penting pemerataan layanan pendidikan menengah di wilayah yang sebelumnya belum memiliki sekolah negeri. Kehadiran lembaga pendidikan baru ini diharapkan memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih memadai.

“Pembangunan ini diawali usulan tokoh masyarakat setempat. Kebetulan ada warga dermawan yang menghibahkan tanahnya. Pemerintah pusat kemudian menjadikannya program prioritas demi meningkatkan mutu sarana pendidikan,” jelas Prof. Atip.

Ia menitipkan pesan kepada masyarakat agar merawat fasilitas pendidikan tersebut dengan sepenuh hati. “Mari kita jaga bersama agar SMAN 11 menjadi sekolah unggulan yang membanggakan bagi Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Revitalisasi satuan pendidikan mencakup sejumlah peningkatan, mulai dari perbaikan sarana prasarana, penataan lingkungan sekolah, hingga penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi. Program ini bertujuan menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas demi menunjang proses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Dalam sambutannya, Prof. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa upaya peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta penciptaan budaya sekolah yang bersih dan aman harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur pendidikan.

( Tim Media)

Gerakan Rukun Sama Teman Dideklarasikan Ratusan Murid Garut Bersama Mendikdasmen

Gerakan Rukun Sama Teman Dideklarasikan Ratusan Murid Garut Bersama Mendikdasmen

Garut — Dalam upaya memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mensosialisasikan Gerakan Rukun Sama Teman kepada satuan pendidikan di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama ratusan siswa SMPN 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Kamis (8/1), dan dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Pendidikan nasional bertujuan untuk membangun generasi bangsa yang unggul, membentuk sumber daya manusia hebat, dan generasi muda yang kuat. Jadilah generasi muda yang serba tau, generasi serba bisa, serta generasi rendah hati dan berakhlak mulia, guna membangun kemajuan untuk Garut dan Indonesia,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Garut, Kamis (8/1).

Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Ia mengajak para siswa untuk membiasakan diri menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai fondasi perilaku positif baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. Menurutnya, ilmu, seni, dan akhlak yang baik akan menjadi bekal utama bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, semoga anak-anak Indonesia memiliki mental yang sehat dan raga kuat. Jadikan ilmu sebagai modal utama untuk menjalani hari, dengan ilmu semua menjadi mudah, dengan seni semua menjadi indah, dan dengan akhlak semua menjadi mulia,” ucap Menteri Mu’ti.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, turut memberikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas penyelenggaraan kegiatan tersebut di Garut. Ia menyatakan bahwa Gerakan Rukun Sama Teman merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan suasana sekolah yang harmonis serta mendukung proses pembelajaran tanpa perundungan. Putri juga mengingatkan siswa bahwa mereka merupakan calon generasi Indonesia Emas 2045 yang perlu memiliki kebiasaan belajar dan perilaku positif.

“Kalian adalah calon generasi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, anak-anak harus mulai serius belajar dan punya kebiasaan baik. Gerakan ini harus dimaknai dengan membangun hubungan baik sesama teman, sesama teman boleh untuk bercanda tapi tidak boleh saling menyakiti,” ujar Putri.

Sementara itu, Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, mengajak siswa untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan. Ia menyebutkan bahwa gerakan ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, yaitu belajar dengan baik, mencintai orang tua, menghormati guru, dan rukun dengan teman. Rusprita menekankan pentingnya kolaborasi seluruh warga sekolah untuk menciptakan iklim belajar yang sehat.

Acara turut diisi dengan pembacaan ikrar Gerakan Rukun Sama Teman oleh seluruh peserta. Para siswa yang hadir menyampaikan kesan positif, termasuk Rifki Aidil Adha dan Regina Calsabila, yang menilai kegiatan ini memberikan motivasi untuk mempererat hubungan antarsiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Sebagai penutup, Mendikdasmen bersama Wakil Bupati Garut menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian 31 SMP hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025, sebelum seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Hari Baru untuk menyambut semester genap tahun ajaran 2025/2026.

(Tim Media)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook: facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

BBPMP Provinsi Jawa Barat Terima Audiensi SEMAK–Save the Children untuk Wujudkan Pendidikan Berperspektif Gender

BBPMP Provinsi Jawa Barat Terima Audiensi SEMAK–Save the Children untuk Wujudkan Pendidikan Berperspektif Gender

Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Sekretariat Masyarakat Anak (SEMAK) bersama Save the Children Indonesia pada Kamis, 8 Januari  2025. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya terkait pembangunan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berperspektif gender bagi anak khususnya jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Dalam sesi audiensi tersebut, SEMAK dan Save the Children Indoneisa menyampaikan perkembangan Program We See Equal. Mereka memaparkan hasil pelaksanaan program serta berbagai pembelajaran dan penerapannya di sejumalah satuan pendidikan di Kabupaten Bandung dan Cianjur. Program ini sebelumnya telah menghasilkan sejumlah praktik baik terkait kesetaraan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah

Memasuki tahap pengembangan berikutnya, Program We See Equal diarahkan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas melalui dukungan kebijakan daerah. Upaya perluasan ini dinilai penting untuk memperkuat dampak program sekaligus memastikan keberlanjutan implementasinya di satuan pendidikan. dalam hal ini, BBPMP Jawa Barat memiliki posisi strategis terutama dalam penjaminan mutu, pendapingan sekolah, serta fasilitasi pelakasanaan kebijakan pendidikan yang berfokus pada keselamatan, inklusivitas, dan penguatan karakter peserta didik.

BBPMP Jawa Barat turut menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memastikan lingkungan pembelajaran yang berkualitas. Peran lembaga ini sangat penting untuk memastikan berbagai program yang berfokus pada perlindungan anak dan kesetaraan dapat berjalan dengan baik, sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah. Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi lebih erat anatra BBPMP Jawa Barat, SEMAK, dan Save the Children Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Jawa Barat.

(Tim media)

Mendikdasmen Tuntaskan Peresmian Program Revitalisasi Puluhan Sekolah di Kabupaten Garut

Mendikdasmen Tuntaskan Peresmian Program Revitalisasi Puluhan Sekolah di Kabupaten Garut

Garut — suasana yang penuh antusiasme dan harapan baru menyertai kegiatan Menteri Pendidikan dasar dan Menengah  (Mendikdasmen) di Kabupaten Garut pada pagi hari. Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meresmikan puluhan bangunan SMP di Kabupaten Garut yang menjadi bagian dari penyelesaian Program Revitalisasi Sekolah 2025. Agenda dimulai dengan kegiatan Pagi Ceria di SMPN 1 Tarogong Kaler yang diikuti sekitar 1.240 siswa.

Peresmian ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik. Kemendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya memperbarui bangunan, tetapi juga menguatkan sistem pendukung yang membuat sekolah menjadi ruang yang kondusif bagi perkembangan siswa.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke SD Muhammadiyah 4 Garut Kota untuk meresmikan revitalisasi SD Muhammadiyah 1–5 Garut Kota. Sambutan hangat terlihat dari guru dan siswa yang menyambut fasilitas baru sebagai penunjang proses pembelajaran yang lebih efektif.

Di kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menghadiri peresmian revitalisasi di SMK Ciledug Al-Musaddaddiyah Tarogong. Kegiatan tersebut menandai tuntasnya revitalisasi untuk jenjang SMK, SLB, dan PKBM di wilayah Garut.

Melalui revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen berharap tercipta kenyamanan menyeluruh di lingkungan pendidikan. Upaya ini diyakini akan membuat siswa lebih tenang ketika belajar dan guru lebih nyaman dalam mengajar, sehingga mutu pembelajaran dapat meningkat secara berkelanjutan.

(Tim media)