by Tim Media | Dec 4, 2025 | Warta Kiwari
Jakarta — Dua pegawai BBPMP Provinsi Jawa Barat berhasil masuk dalam enam peserta terbaik Call for Papers Widyaprada Summit 2025, sebuah forum nasional yang berfokus pada penguatan peran Widyaprada dalam penjaminan mutu pendidikan. Tahun ini, Widyaprada Summit mengusung tema “Widyaprada sebagai Motor Penjaminan Mutu Pendidikan Menuju Layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Dua karya yang terpilih mewakili BBPMP Jawa Barat sekaligus masuk enam besar nasional tersebut yaitu:
- “Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Kolaboratif Berbasis Rapor Pendidikan melalui Sistem Jabar Beraksi” oleh Dr. Dini Irawati, M.Pd.
- “Strategi Publikasi Program Prioritas melalui Pendekatan Outcome Harvesting Content” oleh Agus Ramdani, S.Sos., M.M.Pd.
Keduanya menampilkan inovasi dan pendekatan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, mulai dari pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar kolaborasi hingga strategi publikasi yang mengoptimalkan dampak program prioritas.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan BBPMP Jawa Barat juga menyerahkan bunga rampai berjudul “Pendidikan Bermutu untuk Semua, Wujudkan Jawa Barat Istimewa” kepada Wakil Menteri Dikdasmen, Atip Latipulhayat. Penyerahan ini menjadi simbol kontribusi dan komitmen BBPMP Jabar dalam menghadirkan praktik baik penjaminan mutu pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Terima kasih atas dedikasinya, semoga terus menginspirasi dan memperkuat ekosistem pendidikan di Jawa Barat dan Indonesia.
Tim Media
by Tim Media | Dec 4, 2025 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Laboratorium PAUD BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan resmi dari SEAMEO Council President pada Selasa, 2 Desember. Kunjungan ini dipimpin oleh Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, H.E. Datin Seri Setia Dr. Hajah Romaizah binti Haji Mohd Salleh. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi BBPMP Jabar untuk menampilkan berbagai inovasi serta penguatan layanan pendidikan anak usia dini yang telah dikembangkan.
Kegiatan kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai praktik baik layanan PAUD di Indonesia, khususnya yang telah dikembangkan di Jawa Barat. Melalui observasi di lapangan, Menteri Pendidikan Brunei Darussalam dapat melihat bagaimana berbagai program dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak.
Selama berada di Laboratorium PAUD, beliau meninjau sejumlah program inovatif yang menjadi unggulan BBPMP Jabar. Di antaranya adalah Moving Class, yang memungkinkan anak belajar dengan lebih aktif dan variatif; Parenting, yang berfokus pada pendampingan orang tua dalam mendukung perkembangan anak, serta MOMAHE atau Mobil Mainan Anak Hebat, sebuah layanan bergerak yang membawa pengalaman belajar menyenangkan ke berbagai wilayah.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi BBPMP Jabar untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pihak pemerintah mampu menghasilkan layanan PAUD berkualitas. Aktivitas anak, keterlibatan pendidik, dan partisipasi keluarga yang langsung terlihat di area layanan menjadi bukti nyata implementasi pendekatan holistik yang diterapkan. Melalui forum ini, BBPMP Jawa Barat berharap dapat memperkuat kerja sama regional, sekaligus mendorong pertukaran praktik baik antar-negara di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran SEAMEO Council President menjadi bentuk apresiasi atas upaya yang telah dilakukan, serta motivasi bagi Jawa Barat untuk terus menghadirkan layanan PAUD yang inklusif, adaptif, dan bermutu bagi semua anak.
(Tim media)
by Tim Media | Dec 3, 2025 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2025 dengan mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan inklusif. Melalui unggahan resmi di media sosial, BBPMP Jabar menekankan bahwa inklusi bukan sekadar kebijakan, tetapi wujud penghargaan terhadap martabat setiap manusia.
Peringatan ini diadakan untuk mengingatkan kembali siapa saja baik pendidik, pemangku kebijakan, maupun masyarakat luas agar terus mendukung ekosistem pendidikan yang ramah bagi peserta didik penyandang disabilitas.
BBPMP Jabar menyampaikan bahwa mengapa inklusi harus dijunjung tinggi adalah karena keberagaman merupakan kekuatan yang membentuk karakter bangsa. Pendidikan yang menghargai perbedaan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi semua anak untuk berkembang sesuai potensinya. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Melalui kampanye ini, BBPMP Jabar menjelaskan bagaimana langkah konkret yang harus terus diperkuat, yaitu dengan menciptakan ruang pembelajaran yang ramah, aman, dan mendorong kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan komunitas. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pembelajaran tanpa diskriminasi di seluruh wilayah Jawa Barat.
Dengan momentum Hari Disabilitas Internasional 2025, BBPMP Jabar kembali mengajak seluruh elemen pendidikan untuk apa tujuan akhirnya: memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan belajar yang setara. Melalui edukasi, tindakan nyata, dan kemitraan berkelanjutan, pendidikan inklusif dapat menjadi gerakan bersama menuju masa depan yang lebih adil dan manusiawi.
Selain itu, BBPMP Jabar menyoroti pentingnya memperkuat tindakan nyata di sekolah, seperti menghadirkan ruang belajar yang inklusif, aman, dan mendorong kerja sama berbagai pihak. Langkah tersebut menjadi fondasi untuk memastikan setiap anak mendapat kesempatan belajar tanpa hambatan di wilayah Jawa Barat.
Dengan momentum Hari Disabilitas Internasional 2025, BBPMP Jabar kembali mengajak seluruh elemen pendidikan untuk apa tujuan akhirnya: memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan belajar yang setara. Melalui edukasi, tindakan nyata, dan kemitraan berkelanjutan, pendidikan inklusif dapat menjadi gerakan bersama menuju masa depan yang lebih adil dan manusiawi.
(Tim media)
by Tim Media | Dec 3, 2025 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional 2025. Acara yang berlangsung di Aula Tangkuban Parahu ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai peserta, mulai dari pegawai, mitra lembaga, hingga masyarakat umum. Selain menjadi momentum penghormatan terhadap dedikasi guru Indonesia, kegiatan donor darah ini juga menjadi wujud kepedulian sosial BBPMP Jabar untuk mendorong kesehatan dan solidaritas di lingkungan masyarakat.
Salah satu peserta donor darah, Ibu Atin dari Pondok Cipta, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa donor darah kali ini menjadi pengalaman ke-12 sepanjang dirinya aktif sebagai pendonor, dan menjadi kali ketiga ia berpartisipasi di BBPMP Jawa Barat.
Mendonorkan darah bukan hanya wujud kepedulian untuk menolong sesama, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan karena tubuh terasa lebih ringan dan bugar setelah donor. Ibu Atin mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mencobanya, namun kini sudah terbiasa dan menjalani prosesnya dengan lebih tenang. Ibu Atin juga membagikan tips persiapan sebelum donor, antara lain memperbanyak minum air putih, sarapan terlebih dahulu, serta memastikan tidur yang cukup minimal tujuh jam.
“Semoga kegiatan donor darah di BBPMP Jabar semakin maju dan sukses,” ujarnya.
Dari pihak penyelenggara, PMI yang diwakili Ibu Dini, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari kolaborasi PMI dengan BBPMP Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan donor darah harus melalui proses booking sejak tiga bulan sebelumnya, sehingga jadwal awal yang rencananya dilaksanakan pada November bergeser menjadi 1 Desember.
Sebelum kegiatan berlangsung, PMI juga membuka pendaftaran secara daring bagi masyarakat umum, dan tercatat sekitar 80 peserta terdaftar sebagai calon pendonor. Ibu Dini berharap antusiasme ini dapat terus meningkat dan kegiatan donor darah dapat digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali. Selain manfaat sosial, donor darah juga membantu tubuh meregenerasi sel darah sehingga baik untuk kesehatan.
“Target kami ke depan 100 pendonor , dengan sasaran mulai usia 17 tahun karena tersedia juga penghargaan bagi pendonor aktif dan untuk mendukung regenerasi sel darah baru,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BBPMP Jawa Barat menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga dalam kontribusi sosial untuk masyarakat luas. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi refleksi bahwa penguatan karakter, rasa empati, dan semangat gotong royong merupakan nilai penting yang harus dijaga, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sosial. BBPMP Jabar berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi agenda keberlanjutan yang menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
(tim Media)
by Tim Media | Dec 2, 2025 | Warta Kiwari
Bandung- Forum Konsultasi Publik (FKP) merupakan forum yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah dan lembaga lainnya untuk membahas standar pelayanan, kebijakan publik, dan masukan dari masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat akuntabilitas, dan menyelaraskan harapan publik dengan kemampuan penyelenggara layanan untuk memaksimalkan nilai Survei Kepuasan Masyarakat.
Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Melaksanakan kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Penyusunan Standar Pelayanan Inovasi pada Kamis s.d Sabtu / 27 s.d 29 November 2025 di Harris Hotel & Conventions Festival CityLink, Jl. Peta No. 241 Kota Bandung.
Peserta Forum Konsultasi Publik, Arisno M.Pd., Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa supaya pelayanan publik yang dihadirkan oleh pemerintah untuk kaum disabilitas atau mereka dengan kondisi keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik dalam jangka waktu lama. Sehingga mengalami hambatan dan kesulitan dalam berinteraksi.
“Maka setiap layanan itu, sebelum diresmikan terlebih dahulu diuji oleh kami atau yang membutuhkan. Agar layanannya dapat maksimal digunakan” ungkapnya setelah mengikuti acara tersebut.
Seperti pada acara ini, Arisno M.Pd., mendapatkan pendampingan khusus selama mengikuti berbagai kegiatan yang berlangsung. Hal itu merupakan pelayanan prima kepada kami yang membuat kenyamanan tersendiri.
Sedangkan Hafizh Muhammad Noor Esa, S.Si., CPHRM, Ketua Yayasan Baharu yang membawahi sekolah Gemilang Mutafannin mengungkapkan sebelumnya telah bekerjasama dengan BBPMP Jabar untuk menggunakan fasilitas yang ada.
“Selanjutnya ingin berkolaborasi khusus untuk menghadirkan narasumber tentang parenting bagi orang tua yang kondisi anaknya perlu mendapatkan bimbingan atau pendidikan yang lebih maksimal saat di rumah” ucapnya
Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, pada acara tersebut ada sekitar 28 perwakilan lembaga ekternal yang hadir sebagai perwakilan penerima layanan BBPMP Jabar. Perwakilan lembaga terdiri dari pemerintah setempat, Dinas Pendidikan Kabupaten/kota, organisasi profesi guru, organisasi disabilitas, akademisi, lembaga swasta, satuan pendidikan jenjang SD, SMP, SMK, media massa dan lembaga lainnya yang berkaitan dengan layanan publik. (Dwi Arifin)
(Berita ini telah ditayangkan di Forum Konsultasi Publik BBPMP Jabar Kolaborasi Bersama 28 Perwakilan Lembaga Ekternal – Koran Sinar Pagi)