Behind The Scene Melesatnya SPM Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Behind The Scene Melesatnya SPM Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Bandung Barat, 100624, WK,- Salah satu perubahan strategis yang dibawa oleh kebijakan Merdeka Belajar adalah diberlakukannya Standar Pelayanan Minimal (S PM) pendidikan bagi pemerintah daerah. Kebijakan ini diatur dalam Permendagri No. 59 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal, dan Permendikbudristek No. 32 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

Mengapa SPM Pendidikan bernilai strategis? Karena kebijakan ini mengakhiri ketidakpastian perencanaan dan penganggaran pendidikan yang sudah terjadi dalam waktu lama. Dengan SPM Pendidikan, pemerintah daerah tidak bisa lagi membuat rencana pembangunan pendidikan tanpa data dan tolok ukur yang jelas, dan mengalokasikan anggaran dengan argumen yang tak jelas pula. SPM Pendidikan yang didukung dengan data-data akurat, rapor pendidikan memungkinkan perencanaan dan penganggaran pendidikan pemerintah daerah lebih tepat sasaran dan lebih efisien.

Selain menjadi penunjuk jalan pembangunan pendidikan, SPM juga bisa menjadi alarm tanda bahaya. Ia bisa mengingatkan pemerintah daerah terhadap masalah-masalah pendidikan apa saja yang berada dalam zona merah atau yang selama ini mungkin diabaikan. Ia bisa memandu ke mana anggaran pendidikan semestinya harus dialokasikan dengan cara yang jauh lebih mudah.

Rapor Pendidikan dan Naik Turun SPM Pendidikan Jabar

Meskipun telah menjadi kebijakan nasional, upaya Provinsi Jawa Barat menjalankan pembangunan pendidikan dengan tolok ukur SPM belum berjalan mulus. Sebagaimana tergambar dalam tabel di bawah ini, pelaksanaan SPM pendidikan di provinsi ini naik turun. Grafik indeks SPM Pendidikan melandai pada tahun 2022-2023, tetapi melejit pada 2023-2024.

Jika ditilik lebih mendalam dari Rapor Pendidikan, capaian literasi dan numerasi di Jabar juga fluktuatif. Rapor Pendidikan Jawa Barat 2023 mencatat sebagian besar kualitas hasil belajar semua jenjang pendidikan masih masuk dalam kategori “kurang” dan “sedang”. Pada kemampuan literasi tercatat sebanyak 63,47% satuan pendidikan belum mencapai kategori “baik”, dan numerasi tercatat 83,93 % satuan pendidikan “belum baik”.

Pada tahun 2024, rapor pendidikan Jabar membaik. Meskipun masih dalam status “kurang” dan “sedang”, literasi dan numerasi menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada kemampuan literasi, sebanyak 52,07 % satuan pendidikan telah masuk dalam kategori “baik”. Pada kemampuan numerasi, meskipun masih terdapat 58,33% satuan pendidikan masuk dalam kategori “belum baik”, jumlahnya jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 83,93 %.

Kerja Bersama Identifikasi, Refleksi dan Benahi

Masalah tersebut sudah lama disadari stakeholder pendidikan di Jawa Barat. Selama 3 tahun terakhir, Provinsi Jawa Barat bahu membahu bersama BBPMP Provinsi Jabar intensif melakukan pembenahan pencapaian SPM pendidikan dengan metode identifikasi, refleksi dan benahi. Kerja sama pembenahan ini dilakukan melalui pendampingan asimetris dan konsultatif.

BBPMP Provinsi Jawa Barat menempatkan PMO di seluruh atau 13 Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat. Para anggota PMO yang bertugas sebagai penghubung (liaison officer) menjalankan tugas pendampingan, supervisi, dan advokasi kebijakan Merdeka Belajar

secara tematik. Pendampingan dilakukan dengan berbagai strategi, seperti sosialisasi, coaching clinic, webinar, monitoring dan evaluasi, rapat koordinasi, dan asistensi berbagai isu. Mulai dari IKU, pemanfaatan rapor pendidikan dan PBD, hingga penetapan target kinerja penganggaran pendidikan dalam APBD, semua aspek dibantu dengan pendampingan ini.

Pendampingan asimetris dan konsultatif ini dibarengi dengan forum pertukaran pengalaman antar kepala dan sekretaris dinas pendidikan se-Jawa Barat yang tergabung dalam Komunitas Belajar Ramah dan Asyik (KOBRA). Komunitas belajar ini menyatukan seluruh kepala dan sekretaris dinas pendidikan kabupaten/kota dalam satu forum. Di KOBRA, mereka bertukar informasi, berdiskusi, dan saling mendukung dalam mencapai program prioritas. Diskusi dipandu langsung oleh Kepala BBPMP Jabar dan berlangsung di berbagai platform seperti WAG KADISDIK, WAG SEKDISDIK, WAG rapor pendidikan, dan pertemuan daring dua mingguan. KOBRA pun aktif membahas data rapor pendidikan dan PBD, baik di tingkat dinas maupun satuan pendidikan.

Dukungan Inovasi BBPMP Provinsi Jabar

Selain pendampingan asimetris dan konsultatif, BBPMP Provinsi Jabar secara internal juga mengembangkan inovasi pengembangan data, yaitu pengembangan program satu data satu pintu, dan dasbor induk program prioritas.Pertama, satu data satu pintu. Banyaknya program prioritas membawa konsekuensi lahirnya banyak data dari banyak sumber dan dasbor. Banyak dan beragamnya sumber data potensial menciptakan kebingungan dan kesimpangsiuran informasi. Dengan inovasi ini, BBPMP Provinsi Jabar telah mengkompilasi dan menyatukan seluruh data dalam satu wadah yang mudah diakses oleh para petugas pendamping daerah. Hampir seluruh pendamping daerah telah pula dilatih bagaimana membaca, menganalisis dan menggunakan data dalam proses advokasi kebijakan Merdeka Belajar.

Kedua, dasbor induk program prioritas. Data dan informasi yang dikumpulkan dalam satu wadah diolah menjadi Dasbor Induk Program Prioritas. Awalnya, dasbor ini hanya digunakan sebagai instrumen monitoring internal kinerja pegawai BBPMP Jabar. Namun, kini dasbor tersebut telah dikembangkan menjadi “Tableu Capaian Program Prioritas” yang dapat diakses setiap saat oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Tableu ini memungkinkan dinas pendidikan memonitor capaian program prioritas di daerahnya secara real-time dan transparan. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengambil langkah-langkah lebih cepat demi meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.

Hasil dan Capaian: SPM Pendidikan Jabar Melesat

Meski masih ada rintangan, inovasi dan kerja sama dalam proses identifikasi, refleksi, benahi mulai membuahkan hasil. Komitmen pemerintah Provinsi

Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Komitmen tersebut telah mengantarkan Jawa Barat selama dua tahun berturut-turut merebut SPM (Standar Pelayanan Minimal) Award dari Kementerian Dalam Negeri RI sebagai daerah terbaik kedua (2023) dan terbaik pertama (2024).

Khusus dalam bidang pendidikan, capaian indeks pemenuhan SPM Pendidikan di 28 daerah di Jawa Barat melesat sepanjang tiga tahun terakhir. Pada 2022 hanya ada satu daerah dari 28 daerah yang mencapai indeks tuntas muda, sementara 27 daerah sisanya belum tuntas. Pada tahun 2024, seluruh daerah telah memenuhi indeks SPM Pendidikan dengan rentang ketuntasan beragam mulai dari tuntas muda hingga tuntas madya.

BBPMP Provinsi Jabar meyakini bahwa setiap kabupaten/kota mampu meningkatkan capaian indeks SPM Pendidikan hingga mencapai level tuntas paripurna. Selain mempertahankan inovasi yang telah berjalan, dan terus melakukan pendampingan implementasi perencanaan berbasis data dan penganggaran, BBPMP Jawa Barat sedang membantu pemerintah daerah mengembangkan instrumen monitoring kinerja pengawas dalam menjalankan tugas pendampingan program prioritas, utamanya rapor pendidikan dan PBD di tingkat satuan pendidikan.

Penulis: Sri Wahyuningsih (Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat)

Inovasi dan Transformasi Pembelajaran di Festival Kurikulum Merdeka 2024

Inovasi dan Transformasi Pembelajaran di Festival Kurikulum Merdeka 2024

Bandung, 31052024, WK- Kurikulum Merdeka telah membawa perubahan dalam praktik pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Perubahan tersebut adalah terjadinya transformasi pembelajaran di tingkat satuan pendidikan dalam segala aspek.

Misalnya, perbaikan metode pembelajaran, munculnya kepemimpinan belajar di kalangan guru dan kepala sekolah, dan meningkatnya keterlibatan orangtua dalam mengawal proses pembelajaran anak-anak di sekolah.

Perubahan yang paling banyak terjadi adalah perbaikan metode pembelajaran guru. Pasalnya, semakin banyak guru yang terpacu untuk melakukan refleksi, menganalisis masalah pembelajaran yang dihadapinya, dan menemukan metode yang tepat untuk membuat peserta didik lebih nyaman belajar. Alhasil, metode pembelajaran guru menjadi semakin kaya dan beragam.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat Sri Wahyuningsih pada pembukaan Festival Kurikulum Merdeka 2024 di Kota  Bandung, Kamis, 30 Mei 2024.

Kegiatan ini dihadiri antara lain kepala dinas pendidikan dan penanggung jawab implementasi kurikulum merdeka (IKM) dari 27 kabupaten kota, dan 13 kepala cabang dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan guru dan kepala sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan pendidikan kesetaraan.

Pada Festival Kurikulum Merdeka 2024, BBPMP Provinsi Jawa Barat juga memberikan penghargaan kepada satuan pendidikan dan pemerintah daerah yang dinilai paling cepat dalam mendorong peningkatan kompetensi mengajar guru melalui pemanfaatan platform merdeka mengajar (PMM).

Penghargaan untuk satuan pendidikan diberikan kepada TK Islam An Nabilah Kabupaten  Bandung Barat, SDN Cibodas 1 Kabupaten Bandung Barat, SMPN 69 Kota  Bandung, SMAS Kharisma 39 Kabupaten Sukabumi, SMKS Igasar Pindad Kota Bandung, SLB Kembar Karya Pembangunan Kota Bekasi, dan PKBM Al Jauhar Kota Bogor.

Penghargaan kepada pemerintah daerah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Sri menyebutkan, ada sekitar 2.000 karya cerita dalam bentuk foto yang diterima BBPMP Provinsi Jawa Barat. Melalui karya, para peserta memperlihatkan bagaimana Kurikulum Merdeka dipahami, dimaknai, dan diimplementasikan.

Menurut Sri, BBPMP Provinsi Jawa Barat berharap, setelah Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kurikulum nasional, inovasi dan transformasi pembelajaran untuk peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat bisa berlangsung lebih cepat dan masif lagi di masa depan.

Implementasi di Jabar

Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Deden Saiful Hidayat mengungkapkan, saat ini Dinas Pendidikan Jawa Barat menaungi 5.094 sekolah, yang terdiri atas 1.775 jenjang SMA, 2.928 jenjang SMK, dan 391 Jenjang SLB.

Sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ada 4.582, yang terdiri atas jenjang SMA 1.626 (belum mendaftar 149 sekolah), jenjang SMK 2.642 (belum mendaftar 286 sekolah), dan jenjang SLB 314 sekolah (belum mendaftar 77 sekolah).

Deden menjelaskan, sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dilakukan penguatan. Sementara itu, sekolah yang belum mendaftar, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah melakukan coaching untuk dilihat berbagai kendala yang dihadapi dan didorong untuk mendaftar atau mengimplementasikannya di tahun ajaran 2024/2025.

Menurut Deden, kegiatan Festival Kurikulum Merdeka 2024 menjadi ajang sosialisasi yang menampilkan cerita praktik impmentasi kurikulum merdeka dan membangkitkan semangat kolaborasi dalam melanjutkan gerakan merdeka belajar di Jawa Barat.

“Harapannya, dengan diselenggarakannya festival ini dapat menginspirasi seluruh insan pendidikan di Jawa Barat. Selain itu memperkuat komitmen dalam mewujudkan transformasi pendidikan untuk melahirkan generasi yang unggul di masa depan,” ujar Deden.

Penulis: Windy Eka

Sumber Artikel berjudul “Inovasi dan Transformasi Pembelajaran di Festival Kurikulum Merdeka 2024”, dengan link: https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-018153961/inovasi-dan-transformasi-pembelajaran-di-festival-kurikulum-merdeka-2024?page=all

Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Kualitas Dapodik dengan Pemda

Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Kualitas Dapodik dengan Pemda

Bandung, 29 Mei 2024, WK, – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar Sosialisasi Dan Koordinasi Kualitas Dapodik Dengan Pemerintah Daerah . Kegiatan yang berlangsung di Ibis Bandung Trans Studio Hotel selama 3 hari (29-31 Mei 2024) diikuti oleh 84 peserta dari unsur BBPMP Jawa Barat, penanggungjawab data Dapodik, serta Operator Dapodik Dinas Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk (1) menginformasikan rencana pengembangan Dapodik untuk kebijakan Kemdikbudristek tahun 2024, (2) mereview kualitas dan pemanfaatan data Dapodik tahun 2024, (3) menginformasikan mekanisme verifikasi dan validasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik di tingkat satuan Pendidikan, (4) pengimbasan praktek baik pengelolaan data pendidikan di kota Bandung (Jenjang PAUD, SD dan SMP), (5) pengimbasan praktek baik pengelolaan data pendidikan di provinsi Jawa Barat (Jenjang SMA/SMK), dan (5) mengidentifikasi permasalahan data Dapodik.

Upaya BBPMP Jabar dalam meningkatkan capaian PTK yang telah menyelesaikan rencana kerja di E-SKP dalam PMM, dan menelusuri berbagai permasalahan yang menjadi kendala dalam capaian target penyusunan E-SKP di PMM.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuningsih, dalam sambutannya menyampaikan “dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perubahan pendidikan dan memberikan bukti data yang berkualitas. Saat ini, pemerintah sudah mengembangkan INA Digital yaitu sebuah platform digital untuk memberikan berbagai layanan digital kepada masyarakat,” ucapnya. “Platform ini dirancang untuk memudahkan akses informasi dan pelayanan publik secara online, serta mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sri mengatakan “Persoalan Dapodik yang sering muncul saat ini diantaranya adalah sekolah tidak melakukan pemutahiran data seperti data Pendidik dan tenaga Kependidikan (PTK), data peserta didik, serta data sarana prasarana,” je;asnya. “Data yang diinput ke Dapodik terutama pada sarana prasarana berbeda antara data untuk akreditasi dengan data untuk penerimaan bantuan,” lengkapnya.

Terakhir, Sri pun mengajak para peserta sosialisasi untuk melakukan pemutakhiran data dapodik secara akurat yang dilakukan dua kali dalam setahun yaitu dibulan Agustus dan Februari.

Penulis : Rochaeni Esa Ganesa

Gerakan Sekolah Sehat:Mewujudkan Generasi Cerdas Berkarakter di Jawa Barat

Gerakan Sekolah Sehat:Mewujudkan Generasi Cerdas Berkarakter di Jawa Barat

Bandung, 29 Mei 2024, WK, – Seminar bertajuk “Bergerak Bersama Wujudkan Generasi Cerdas Berkarakter” yang diselenggarakan BBPMP Provinsi Jawa Barat di Aula Gedung Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka Festival Pendidikan Jawa Barat 2024, sukses menarik perhatian para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat. Seminar ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam mewujudkan sekolah sehat dan berkarakter.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Siti Nur Rohmah dari SMPN 5 Kota Bogor dan Aidah Andanawari dari SDN 240 Cijerah Kota Bandung. Keduanya merupakan penerima penghargaan bergengsi di bidang pendidikan, yaitu SMPN 5 Kota Bogor sebagai Pemenang Lomba UKS tahun 2019 kategori Best Achievement dan SDN 240 Cijerah Kota Bandung sebagai penerima penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2023.

Praktik Baik SMPN 5 Kota Bogor: Menanamkan Kebiasaan Sejak Dini

Siti Nur Rohmah memaparkan berbagai praktik baik yang diterapkan di SMPN 5 Kota Bogor dalam mewujudkan sekolah sehat dan berkarakter. SMPN 5 Kota Bogor memiliki slogan “Generasi Milenial Cemerlang” yang mencerminkan komitmen mereka dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Salah satu program unggulan SMPN 5 Kota Bogor adalah “Gemas” (Gema Membersihkan Sekolah) dan “Gemil” (Generasi Milenial Cemerlang). Program-program ini menanamkan kebiasaan hidup sehat dan disiplin kepada para siswa sejak dini.

“Kami juga membentuk kader kesehatan remaja dan berbagai duta, seperti duta siaga stunting dan duta anti minuman bersoda,” jelas Siti Nur Rohmah. “Program-program kami diberi nama yang menarik dan mudah diingat, seperti ‘Mariksa Mari Kita Sarapan’ dan ‘Sehat Cantik Tiap Hari Tanpa Sampah dan Plastik’.”

SMPN 5 Kota Bogor juga berhasil mendapatkan sertifikat halal MUIuntuk jajanan di sekolah. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menyediakan makanan yang sehat dan aman bagi para siswa.

Kebun Sekolah SDN 240 Cijerah Kota Bandung: Mencintai Alam dan Berbagi

Aidah Andanawari, narasumber kedua, berbagi pengalaman SDN 240 Cijerah Kota Bandung dalam meraih penghargaan Adiwiyata Nasional 2023. Kebun sekolah seluas 1800 meter persegi menjadi salah satu kekuatan utama mereka.

“Kebun sekolah ini menjadi tempat belajar bagi siswa untuk mengenal dan mencintai alam,” kata Aidah Andanawari. “Kami juga menanamkan karakter peduli lingkungan hidup kepada para siswa melalui berbagai kegiatan, seperti menanam pohon, memelihara hewan, dan mengolah sampah.”

SDN 240 Cijerah Kota Bandung juga memiliki program CIBI Cijerah Indah Berbagi Istimewa“. Program ini bertujuan untuk menanamkan karakter berbagi dan inklusi kepada para siswa.

Kunci Keberhasilan: Kemitraan dan Kolaborasi

Di sesi tanya jawab, para peserta seminar antusias menggali informasi tentang kiat-kiat sukses kedua sekolah tersebut. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang bagaimana melibatkan orang tua agar terbentuk sekolah sehat dan juara.

“Kunci utama adalah kemitraan dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk orang tua,” jawab Siti Nur Rohmah. “Kami membangun komunikasi yang baik dengan orang tua melalui berbagai media, seperti grup WhatsApp dan pertemuan rutin.”

Aidah Andanawari menambahkan, “Sosialisasi dan edukasi kepada orang tua juga sangat penting. Kami sering mengadakan seminar dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya sekolah sehat dan berkarakter.”

Seminar ini memberikan banyak inspirasi bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah mereka masing-masing. Gerakan Sekolah Sehat terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mewujudkan generasi cerdas berkarakter.

Penulis: Sofi dan Wiwin

Festival Pendidikan Jawa Barat 2024 Menguatkan Komitmen Merdeka Belajar Berkelanjutan

Festival Pendidikan Jawa Barat 2024 Menguatkan Komitmen Merdeka Belajar Berkelanjutan

Bandung, 29052024, WK, – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyemarakkan Bulan Merdeka Belajar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2024, 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT), LLDIKTI, PTN, dan PTS Kemdikbudristek berkolaborasi untuk menyelenggarakan Festival Pendidikan Jawa Barat pada tanggal 29 sampai 31 Mei 2024 di Sabuga ITB yang beralamat di Jl. Tamansari No. 73, Kota Bandung, Jawa Barat. Tema peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 adalah “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”.

Kolaborasi ini melibatkan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Barat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar), Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Balai Bahasa Jawa Barat, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX, SEAMEO Regional Center for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL), SEAMEO Regional Center for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Science (SEAQIS), dan Centre Of Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP).

Selain sebelas UPT dan Satker, acara ini juga melibatkan berbagai Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, maupun Komunitas. Sinergitas antar lembaga pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam rangka keberlanjutan merdeka belajar. Kolaborasi antara guru, yayasan, dan instansi pendidikan dapat mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka.

Festival Pendidikan Jawa Barat menampilkan 83 stand pameran dan berbagai layanan bagi insan pendidikan dan masyarakat, inovasi dari 11 UPT, perguruan tinggi, dinas pendidikan provinsi, 27 dinas pendidikan kabupaten/kota, Indonesiana TV, sebagai salah satu target capaian perguruan tinggi. Selain pameran dan layanan, terdapat 37 kegiatan dalam Festival Pendidikan Jawa Barat seperti Talkshow menggali Potensi bersama Puteri Indonesia, seminar, simposium, bincang edukasi Stop Kekerasan, Symposium Science, Technology, Engineering, and Math (STEM), Talkshow Mindful Parenting, Talkshow Festival Kurikulum Merdeka, hingga Donor Darah.

Acara ini yang buka oleh PJ Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Plh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Bapak Mochamad Ade Afriandi bertujuan untuk menguatkan ekosistem pendidikan dan kebudayaan serta membangkitkan semangat kolaborasi dalam melanjutkan gerakan Merdeka Belajar di Provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya Ade menyampaikan Festival Pendidikan Jawa Barat 2024 dapat memperkuat komitmen seluruh pihak di bidang pendidikan di Provinsi Jawa Barat terhadap pentingnya peran pendidikan dalam membangun peradaban dan meningkatkan daya saing bangsa. Acara ini juga bertujuan untuk mendekatkan layanan UPT dan Satuan Kerja Wilayah Jawa Barat kepada masyarakat sekaligus meningkatkan potensi pendidikan, tidak hanya sebagai proses pembelajaran konvensional namun juga sebagai wujud inovasi di setiap lembaga yang berada di bawah naungan Kemdikbud dilingkungan Jawa Barat.”Tutup Ade.

Dalam sambutan selanjutnya, Kepala BBGP Jabar, Ibu Dra. Sri Wahyuni, M.Pd, menyampaikan Festival Pendidikan Jawa Barat 2024 menjadi wadah penting untuk mensosialisasikan keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim. Acara ini bertujuan untuk memperkokoh ekosistem pendidikan dan kebudayaan, serta membangkitkan semangat kolaborasi dalam melanjutkan gerakan Merdeka Belajar di Provinsi Jawa Barat.”Tutup Sri.*** (Penulis Doni TP, Editor….)