by Tim Media | Oct 16, 2025 | Warta Kiwari
Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 658/sipers/A6/X/2025
Jakarta, 14 Oktober 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kehutanan menandatangani Naskah Kesepamahaman (MoU) tentang pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang kehutanan dan bidang pendidikan dasar dan menengah. Penandatanganan ini meneguhkan komitmen kedua kementerian untuk bersinergi menghadirkan layanan pendidikan bermutu yang memperkuat literasi lingkungan dan kepemimpinan pelestarian hutan sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah baik untuk menghubungkan sektor pendidikan dengan pelestarian lingkungan hidup.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat pendidikan formal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam di kalangan peserta didik. Anak-anak kita harus belajar langsung dari alam agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai linkungan dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Menteri Abdul Mu’ti dalam sambutannya di Jakarta, Senin (13/10).
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam laporannya menjelaskan bahwa MoU ini merupakan hasil pembahasan intensif antara kedua kementerian. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kompetensi dan kapasitas SDM, pengembangan perangkat ajar yang mendukung pelestarian hutan, serta dukungan substansi penguatan kurikulum khususnya di SMK bidang kehutanan. Selain itu, kedua kementerian juga bersepakat untuk melakukan pertukaran dan pemanfaatan data serta sarana prasarana secara sinergis.
Sebagai tindak lanjut, Suharti menambahkan bahwa kedua kementerian akan menyiapkan rencana kerja sama dan melakukan pemantauan serta evaluasi berkala agar pelaksanaan kerja sama berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik, satuan pendidikan, serta masyarakat luas.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya sinergi lintas sektor ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran sekolah kejuruan, khususnya SMK Kehutanan, agar mampu mencetak lulusan yang unggul dan berkontribusi bagi sektor kehutanan nasional.
“Saat ini terdapat lima SMK Kehutanan negeri yang tersebar di berbagai lokasi yaitu Pekanbaru, Majalengka, Makassar, Samarinda dan Manokwari. Selain itu masih ada lebih dari 30 SMK Kehutanan swasta tersebar di seluruh Indonesia yang diharapkan memperoleh manfaat langsung dari kerja sama ini,” ujarnya.
Dalam hal implementasi, Mendikdasmen menekankan pentingnya tidak menambah beban kurikulum dengan mata pelajaran yang baru. Sebaliknya, materi tentang pelestarian hutan dan kekayaan hayati dapat diintegrasikan melalui beragai format, termasuk bahan bacaan suplemen bagi peserta didik.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, Kemendikdasmen dan Kemeterian Kehutanan berkomitmen untuk membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan. Generasi ini diharapkan tidak hanya mencintai hutan, tetapi juga turut menjaga kelestariannya sebagai kekayaan alam Indonesia untuk masa depan.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X:x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
by Tim Media | Oct 15, 2025 | Warta Kiwari
Jakarta Timur – Dalam rangka penyelenggaraan Private Sector Resilience Movement (PSRM) 2025, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berkolaborasi dengan PT Astra International Tbk menyelenggarakan Apel Gelar Peralatan dan Pembukaan PSRM 2025 pada Rabu, 15 Oktober 2025 di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta Timur.
BBPMP Provinsi Jawa Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Delegasi dari Kemendikdasmen terdiri dari empat orang perwakilan BBPMP Jawa Barat, satu anggota Bandung Rescue LPMP Jabar, lima orang dari BPMP DKI Jakarta, serta lima perwakilan dari BBGTK Jabar.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari BBPMP Jawa Barat bersama anggota Bandung Rescue LPMP Jabar melaksanakan pemasangan Tenda Pendukung Pembelajaran Darurat yang menjadi simbol kesiapan sektor pendidikan dalam menghadapi situasi bencana. Selain tenda, tim juga membawa Peralatan Pembelajaran Darurat sebagai bagian dari simulasi dukungan terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar di wilayah terdampak.
Kehadiran Kemendikdasmen melalui partisipasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pendidikan terhadap berbagai potensi krisis. Dalam kesempatan tersebut, area Kemendikdasmen juga dikunjungi oleh Bapak Lili dari Sestama Kemenko PMK serta Bapak Agus dari Basarnas selaku Deputi Potensi SAR Nasional, yang memberikan apresiasi terhadap sinergi antarinstansi dalam membangun kesiapsiagaan nasional melalui kegiatan PSRM 2025.
Tim Media
by Tim Media | Oct 13, 2025 | Warta Kiwari
Padalarang, 13 Oktober 2025 – Dalam menjalankan peran advokasi, fasilitasi, dan supervisi pendidikan, kemampuan berbahasa yang baik menjadi bekal utama, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Tahap I, pada Senin (13/10), bertempat di Aula Tangkuban Perahu, Kampus Padalarang.
Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari unsur Kepala, Kepala Bagian Umum, serta para Widyaprada BBPMP Jawa Barat. Pelaksanaan UKBI bertujuan untuk memetakan tingkat kemahiran berbahasa Indonesia para pegawai sebagai langkah awal dalam pengembangan kompetensi berbahasa yang menjadi bagian penting dari proses bisnis penjaminan mutu pendidikan.
Sebagaimana diketahui, BBPMP Jawa Barat memiliki peran strategis dalam melaksanakan fungsi advokasi, fasilitasi, dan supervisi kualitas capaian pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Dalam menjalankan peran tersebut, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif menjadi keterampilan yang sangat penting, terutama dalam membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
“Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga mencerminkan profesionalisme, kejelasan dalam menyampaikan ide, dan kemampuan berdialog dengan berbagai pihak. Melalui UKBI ini, kita ingin memastikan seluruh pegawai BBPMP Jabar memiliki kemampuan komunikasi yang efektif dalam menjalankan peran penjaminan mutu,” ujarnya.
Hasil dari pelaksanaan UKBI ini akan dijadikan dasar dalam rencana tindak lanjut peningkatan kompetensi berbahasa pegawai, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun kegiatan penguatan literasi komunikasi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai BBPMP Jawa Barat dapat semakin terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia secara efektif, santun, dan sesuai kaidah, sehingga dapat mendukung peran BBPMP Jabar dalam mengawal mutu pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di Provinsi Jawa Barat.
Tim Media
by Tim Media | Oct 3, 2025 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen periode 2025–2029, yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2025 di BBPMP Provinsi Jawa Barat Kampus Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal PAUD Dasmen, Gogot Suharwoto. Dalam sambutannya, Gogot menegaskan bahwa penyusunan Renstra tidak hanya berorientasi pada dokumen perencanaan, melainkan harus berangkat dari visi besar pendidikan dasar dan menengah yaitu “Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.
“Pendidikan bermutu harus dihadirkan ke semua orang, tidak boleh ada program pendidikan yang hanya untuk kelompok tertentu,” kata Gogot saat memberikan pembekalan.
Lebih jauh, ia menekankan tiga pilar Pendidikan Bermutu untuk Semua yang menjadi landasan penyusunan Renstra:
Inklusif, dimana setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau kondisi, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas
Adaptif, apa yang kita ajarkan ke anak-anak sesuai dengan apa yang dibutuhkan mereka dan bakat potensinya
Partisipatif, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat luas
Rakor ini dihadiri oleh Kepala Bagian/Kepala Subbagian Umum dan staf Perencanaan BBPMP dan BPMP dari seluruh Indonesia untuk membahas rancangan Renstra 2025–2029 yang mencakup program prioritas Kemendikdasmen.
Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, menyampaikan bahwa Renstra akan menjadi pedoman bagi UPT di seluruh Indonesia dalam melaksanakan program pendidikan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Penyusunan Renstra ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan sekaligus menjadi instrumen nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah,” ujarnya. (MD)
Tim Media
by Tim Media | Sep 29, 2025 | Warta Kiwari
BBPMP Jabar sebagai salah satu UPT Kemdikdasmen di daerah memiliki peran dan tugas dalam menyiapkan data peserta didik, satuan pendidikan (satdik) serta memberi edukasi dalam implementasi Program MBG. Dalam tugasnya memberi edukasi perlu memastikan semua satdik memiliki cukup pengetahuan tentang persiapan, pelaksanaan MBG, walau dalam kasus kejadian luar biasa keracunan MBG di Kab. Bandung Barat, BBPMP tidak terkait langsung, namun sebagai bentuk tanggung jawab moral, memberi dukungan dan mendengarkan keluhan warga sekolah merupakan bagian yang harus diperhatikan.
Untuk itu Tim MBG BBPMP Provinsi Jawa Barat yang dikoordinir oleh Rina Mutaqinah beserta anggota, mengunjungi sekolah yang siswanya menjadi korban keracunan MBG di SDN Sirnagalih dan SMPN 3 Cipongkor KBB.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri para guru masing-masing di dua sekolah tersebut. Dari hasil pembicaraan langsung dengan para guru, ditemukan bahwa penyebab utama siswa SDN Sirnagalih sebanyak 30 orang korban menyatakan mereka mual, pusing, sesak nafas dan kejang setelah mereka mengkonsumsi MBG teritama menu Ayam Kecapnya, terdapat siswa yang hanya makan melon saja namun tetap menunjukkan gejala keracunan. Sebagian besar siswa lainnya di SDN tersebut tidak mengalami gejala apapun, mereka umumnya menyatakan makannya enak, tidak basi dan bahkan ada yang nambah porsi temannya yang tidak masuk sekolah
Sedangkan di SMPN 3 Cipongkor siswa yang menjadi korban sebanyak 46 orang ditambah 2 tenaga kependidikan, mereka mengeluhkan hal yang sama dengan SDN Sirnagalih yakni menu ayam kecap yang mereka konsumsi berbau tidak sedap. Sebagian besar siswa lainnya yakni sebanyak 286 siswa tidak mengalami gejala apa-apa.
Dari kedua sekolah tsb MBG mereka peroleh dari dapur yang sama yakni SPPG Cipari.
Saat kunjungan hari ini semua siswa sudah kembali sekolah kecuali ada satu siswa SDN 3 Cipongkor yang kembali lagi dirawat di RS Cililin, walaupun hampir 100% para siswa sembuh, namun menyisakan trauma bagi mereka termasuk para orang tua. PR bagi para guru untuk memulihkan kembali siswa agar bisa kembali menerima MBG tanpa kekuatiran. Saat ini SPPG ysb dihentikan sementara operasionalnya sampai waktu yang tidak ditentukan, sambil tentunya Pemerintah melakukan evaluasi berbagai aspek dalam implementasi MBG.
Selanjutnya Tim MBG memberikan arahan berupa panduan implementasi MBG dan mengenalkan Dashboard MBG, hasilnya tim guru dari masing-masing sekolah meras baru mendapatkan pencerahan dan pengetahuan mengenai pelaksanaan MBG, selama ini mereka belum mendapatkan sosialisasi dan edukasi terkait MBG. Tim MBG merekomendasikan adanya pendampingan bagi satdik di setiap semua kecamatan di KBB agar mendapatkan sosialisasi terkait Implementasi MBG, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) oleh Tim MBG secara sukarela bergiliran ke semua kecamatan di KBB sebagi bentuk kepedulian bagi lingkungan sekitar dimana BBPMP Provinsi Jawa Barat berdomisili