Bandung Barat — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat memanfaatkan kegiatan upacara bendera di sejumlah sekolah sebagai sarana penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Cimerang 01 Kabupaten Bandung Barat dan SMPN 1 Kota Cimahi, dengan melibatkan Komalasari Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat sebagai pembina upacara.

Dalam kesempatan tersebut, pesan yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Konsep ini tidak hanya menekankan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga suasana sosial yang mendukung kenyamanan belajar, termasuk upaya mencegah perundungan dan menciptakan interaksi yang saling menghargai.

Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Peserta didik didorong untuk menjaga kesehatan melalui kebiasaan positif seperti mengonsumsi makanan bergizi dan aktif berolahraga. Lingkungan yang bersih turut menjadi bagian penting, dengan membiasakan pengelolaan sampah yang baik serta menjaga kebersihan melalui kegiatan rutin seperti piket dan kerja bakti.

Tidak kalah penting, aspek keindahan sekolah juga menjadi sorotan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang nyaman. Penataan ruang kelas, taman, dan fasilitas sekolah yang rapi serta terawat diyakini dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kesehatan mental mereka.

Penguatan karakter juga ditekankan melalui nilai-nilai yang tercermin dalam Ikrar Pelajar Indonesia, seperti sikap beriman, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, serta menjunjung tinggi kebersamaan. Nilai-nilai ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berdaya saing.

Di sisi lain, peserta didik juga diingatkan untuk menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari melalui konsep Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut mencakup aktivitas sederhana namun berdampak besar, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga mengatur waktu istirahat dengan baik.

Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan perangkat digital juga menjadi perhatian. Peserta didik diimbau untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar maupun interaksi sosial, sehingga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata tetap terjaga.

(Tim media)