Program GEMPITA Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Holistik bagi Anak Usia Dini

Program GEMPITA Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Holistik bagi Anak Usia Dini

Bandung Barat — Pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas belajar anak, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan Belajar Bersama BBPMP (B3) Jawa Barat bersama PAUD Flamboyan Ceria melalui Program GEMPITA yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Anak-anak mengikuti pembelajaran berbasis moving class yang memungkinkan mereka belajar melalui eksplorasi dan permainan interaktif. Pendekatan tersebut membantu anak mengenal lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Melalui aktivitas belajar sambil bermain, anak didorong untuk aktif berinteraksi, bekerja sama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan. Suasana belajar yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak usia dini.

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, kegiatan ini juga memperkuat peran keluarga dalam proses pengasuhan. Orang tua memperoleh penguatan melalui sesi parenting bertema penumbuhan disiplin dalam pengasuhan positif. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh yang konsisten, suportif, dan komunikatif dalam mendampingi perkembangan anak.

Penguatan kapasitas orang tua juga dilakukan melalui edukasi kesehatan ibu dan anak yang melibatkan kader PKK Desa Jayagiri bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Desa Jayagiri. Pembahasan mengenai kesehatan ibu dan anak usia dini menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan tersebut mendorong meningkatnya pemahaman orang tua dan kader terkait pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini, termasuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan rumah dan masyarakat.

Selain itu, orang tua turut terlibat dalam kegiatan bengkel Alat Permainan Edukatif (APE). Dalam sesi ini, peserta diajak membuat media permainan dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang terjangkau dan aman bagi anak.

Pembuatan APE tidak hanya mendukung stimulasi perkembangan anak, tetapi juga mempererat interaksi positif antara orang tua dan anak melalui kegiatan bermain bersama di rumah.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa layanan PAUD yang berkualitas memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pendidik, keluarga, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sekitar. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, pendidikan anak usia dini diharapkan mampu mendukung perkembangan karakter, kesehatan, dan kemampuan belajar anak secara lebih optimal sebagai bekal menghadapi masa depan.

(Tim media)