TKA di SDN Majalengka Wetan IV Berjalan Kondusif, Jadi Sarana Pemetaan Kemampuan Siswa
Majalengka — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar di SDN Majalengka Wetan IV berlangsung dengan suasana yang relatif kondusif dan menunjukkan antusiasme peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda asesmen rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlihat mampu mengikuti setiap sesi dengan baik meskipun dihadapkan pada variasi soal yang menuntut pemahaman dan penalaran. Model soal yang digunakan mendorong siswa untuk berpikir kritis, bukan sekadar mengandalkan hafalan, sehingga memberikan gambaran lebih utuh terhadap kemampuan akademik mereka.
“Tadi ada yang menarik, menurut salah satu murid kita. Pertanyaan dalam soal TKA ini ada yang mengecoh, jawaban terlihat berbeda namun ketika diperhatikan ulang ternyata ketemu hasilnya. Artinya bahwa kita memang mendorong murid menggunakan kemampuan berpikir, dalam menjawab soal-soal TKA. Sehingga model pertanyaan TKA itu merangsang daya berpikir kritis. Tidak hanya mengandalkan kemampuan descriptive atau hafalan semata,” jelas Wamen Fajar di Majalengka, Jawa Barat (21/4).
Wamen Fajar mengatakan bahwa TKA merupakan sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi. “Salah satu tujuan TKA adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak yang ada di Indonesia termasuk anak-anak yang ada di Kabupaten Majalengka,” tambahnya.
Hasil TKA diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berjalan. Melalui data yang diperoleh, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Di sisi pelaksanaan, sekolah sempat menghadapi kendala teknis berupa gangguan listrik dan keterbatasan perangkat, sehingga pelaksanaan harus dibagi ke dalam beberapa sesi. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi melalui penyesuaian jadwal dan koordinasi internal, sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
Dukungan dari guru dan orang tua turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan. Guru memberikan pendampingan tambahan, sementara orang tua berperan dalam memastikan kesiapan siswa. Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA di SDN Majalengka Wetan IV menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung asesmen berbasis pemetaan kemampuan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran.
(berita ini telah tayang di https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15171-sd-negeri-majalengka-wetan-iv-sukses-atasi-kendala-tka-berlangsung-dengan-gembira )