Cianjur — Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Cianjur mulai merasakan dampak nyata Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya dalam peningkatan kualitas ruang praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Pembaruan sarana ini mendorong proses pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan kompetensi kerja.

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan yang rusak akibat gempa bumi beberapa tahun 2022, tetapi juga pada penataan ulang ruang belajar dan praktik agar mendukung pembelajaran berbasis keterampilan. Di SMK Kesehatan Cianjur, misalnya, ruang praktik farmasi kini dirancang menyerupai fasilitas layanan kesehatan, sehingga siswa dapat berlatih sesuai standar kerja lapangan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai peningkatan kualitas pendidikan vokasi perlu ditopang oleh sarana pembelajaran yang memadai. Revitalisasi sekolah dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan lulusan SMK agar memiliki keterampilan fungsional dan mudah beradaptasi dengan kebutuhan sektor industri dan layanan profesional.

“Membangun gedung tidak sekadar membangun fisiknya, tapi membangun peradaban dengan gedung yang berkualitas,” ujar Mendikdasmen saat meresmikan hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Sabtu (31/1/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen memajukan pendidikan melalui penyediaan fasilitas yang mendukung proses belajar yang berkualitas.

“Kami berusaha dengan sumber daya dan dana yang kami miliki, memajukan sekolah-sekolah di tanah air kita, memajukan pendidikan dengan sarana dan prasarana yang semakin kita perbaiki. Dengan fasilitas yang semakin baik, pembelajaran tentu semakin baik sehingga mutunya juga akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Selain SMK Kesehatan Cianjur, pembaruan fasilitas juga dilakukan di SMK Negeri 1 Cidaun. Sekolah ini kini memiliki ruang praktik nautika yang dirancang sesuai standar industri perikanan, memungkinkan siswa mempelajari perencanaan pelayaran, pemetaan, hingga desain alat tangkap secara lebih terstruktur dan aplikatif.

Dengan tersedianya ruang praktik yang representatif, proses pembelajaran di SMK diharapkan tidak lagi bertumpu pada teori semata. Revitalisasi satuan pendidikan menjadi langkah strategis untuk menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus memperkuat peran SMK sebagai penghasil sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

(Tim media)