Bandung Barat  — Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat edukasi gizi pada anak usia dini melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan PAUD. Melalui tema “Aku Suka Makan Sehat Bergizi”, BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong pembiasaan pola makan sehat sebagai bagian dari proses belajar anak, bukan sekadar kegiatan konsumsi.

Kegiatan yang berlangsung di BBPMP Provinsi Jawa Barat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Peserta terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi serta Dinas Pendidikan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, pengawas TK, penilik PAUD, pendidik, hingga orang tua peserta didik.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen PAUD, Dikdas dan PNFI, Ketua DWP Sesditjen PAUD Dikdas dan PNFI, perwakilan DWP BBPMP Provinsi Jawa Barat, serta organisasi mitra terkait. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dari 29 provinsi secara daring turut memperluas jangkauan kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi edukasi gizi di satuan pendidikan.

Pelaksanaan seminar dilakukan secara hybrid, memungkinkan partisipasi lebih luas baik secara luring maupun daring. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi seimbang bagi anak usia dini, serta bagaimana mengaitkannya dengan kegiatan pembelajaran sehari-hari di satuan pendidikan.

Materi yang disampaikan oleh narasumber ahli menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan pembentukan karakter anak. Karena itu, edukasi gizi perlu diterapkan secara konsisten melalui kolaborasi antara pendidik dan orang tua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan satuan pendidikan mampu mengimplementasikan edukasi gizi secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.

(Tim media)