by Tim Media | Feb 5, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong transformasi besar dalam dunia kerja dan industri. Kondisi tersebut menuntut pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk menyesuaikan sistem pembelajaran agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan SMK dinilai strategis karena mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, ketepatan asesmen kompetensi, serta efisiensi pengelolaan satuan pendidikan. Untuk memperkuat pemahaman terkait integrasi teknologi tersebut, Direktorat SMK di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen menjalin kerja sama dengan Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) melalui seminar internasional bertema integrasi AI dalam pendidikan dan pelatihan vokasi.
Melalui forum tersebut, Kemendikdasmen menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mendukung daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi. Integrasi AI dalam sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan dipandang sebagai kebutuhan strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta memiliki tanggung jawab etis dalam pemanfaatan teknologi.
“Mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam pendidikan dan pelatihan kejuruan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis. Pada saat yang sama, kita harus memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal, transformasi digital tetap inklusif dan mudah diakses,” ucap Dirjen Tatang di Jakarta, pada Selasa (3/2).
Penerapan AI juga membuka peluang pengembangan pembelajaran yang lebih personal, penilaian yang adaptif, serta pemetaan kompetensi secara real time. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan kurikulum SMK tetap selaras dengan dinamika industri global yang terus berkembang, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini dan masa depan.
“Kita harus memastikan bahwa lulusan kita tidak hanya siap kerja saat ini, tetapi juga siap menghadapi ekonomi masa depan. Seminar ini menjadi wadah untuk berbagi dan mendiskusikan strategi masa depan dalam mengintegrasikan AI ke dalam sistem TVET di berbagai negara,” terang Dirjen Tatang.
Di sisi lain, kerja sama internasional dengan KRIVET menjadi bagian dari upaya memperluas perspektif dan berbagi praktik baik dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kolaborasi ini dipandang penting untuk merumuskan strategi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga sistem TVET di Indonesia dapat terus beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri global.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 88/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 4, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) melaporkan perkembangan pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah berjalan selama dua pekan. Hingga awal Februari 2026, tercatat 8.568.828 murid jenjang SD/MI dan SMP/MTs di seluruh Indonesia telah terdaftar sebagai peserta. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan respons positif satuan pendidikan terhadap pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara nasional.
Pada pelaksanaan tahun ini, sistem pendaftaran TKA dilakukan melalui mekanisme pendataan oleh satuan pendidikan terlebih dahulu. Seluruh murid didaftarkan dalam sistem, kemudian diberikan kesempatan untuk menentukan partisipasi mengikuti TKA. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan data peserta tetap tercatat secara menyeluruh, sekaligus memberikan ruang bagi murid dalam menentukan keikutsertaan sesuai pertimbangan masing-masing.
BSKAP terus melakukan koordinasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah serta satuan pendidikan guna memastikan proses pendaftaran berjalan optimal. Upaya ini juga difokuskan pada pemerataan akses layanan, termasuk bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang terdampak bencana, agar pelaksanaan TKA tetap dapat menjangkau seluruh peserta didik.
“Kami terus mengupayakan agar seluruh satuan pendidikan dan murid yang terdampak bencana tetap dapat terfasilitasi. Apabila ingin mengikuti TKA, kami memastikan dukungan dan potensi penyesuaian yang diperlukan agar partisipasi tetap dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Kepala BSKAP, Toni Toharudin.
Pendaftaran TKA untuk murid kelas 6 dan kelas 9 masih dibuka hingga 28 Februari 2026. Satuan pendidikan diharapkan dapat menyelesaikan proses pendataan dan verifikasi peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, informasi mengenai pelaksanaan TKA serta materi latihan soal telah disediakan melalui laman resmi Kemendikdasmen untuk mendukung kesiapan peserta didik.
Pelaksanaan TKA juga memiliki keterkaitan dengan kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan seleksi jalur prestasi akademik pada jenjang pendidikan selanjutnya. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung proses seleksi yang lebih objektif serta menjadi bagian dari pemetaan kemampuan belajar peserta didik secara nasional.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan pelaksanaan TKA dapat diakses melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id. Selain itu, murid dan guru juga dapat mempersiapkan diri dengan mengakses contoh soal yang tersedia pada laman Ayo Coba TKA https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka/.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 85/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat melaksanakan program Mobil Mainan Anak Hebat (MOMAHE) di TKK Giri Asih, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 3 Februari 2026. Program ini bertujuan memberikan layanan pembelajaran edukatif bagi anak usia dini melalui pendekatan belajar sambil bermain yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan MOMAHE menghadirkan berbagai alat permainan edukatif (APE) yang digunakan sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui permainan tersebut, anak-anak mendapatkan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik halus maupun kasar, sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan sosial. Metode pembelajaran ini juga membantu anak memahami konsep belajar secara menyenangkan dan tidak monoton.
Selain menyasar peserta didik, kegiatan ini turut memberikan pendampingan kepada orang tua melalui sesi parenting. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pola pengasuhan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendukung proses belajar anak, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.
Pelaksanaan program MOMAHE juga selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat akses layanan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan pembelajaran berbasis permainan, anak diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga mampu menunjang kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan program wajib belajar 13 tahun, khususnya pada jenjang pra-sekolah. Kehadiran layanan edukatif berbasis permainan diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran yang berkualitas, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini.
(Tim media)
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan kebijakan Manajemen Talenta Murid melalui Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memastikan pengelolaan potensi murid berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Regulasi ini dirancang untuk memberi kesempatan yang setara bagi setiap murid mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik sesuai potensi masing-masing.
Kebijakan tersebut menandai pergeseran pendekatan pengembangan prestasi murid dari berbasis kegiatan sesaat menuju sistem yang terintegrasi. Pemerintah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) sebagai basis data nasional untuk mencatat, memantau, dan mengkurasi capaian serta potensi murid secara berkelanjutan, termasuk keterkaitannya dengan jalur pendidikan lanjutan.
Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menyatakan kebijakan tersebut hadir sebagai pembeda dari regulasi sebelumnya karena menempatkan manajemen talenta sebagai agenda strategis nasional.
“Sekarang kita tidak lagi event based , tetapi system based . SIMT menjadi gerbang utama agar seluruh prestasi dan talenta murid tercatat secara nasional, terkurasi, dan terintegrasi dengan sistem penerimaan murid baru maupun karier belajar,” kata Mariman
Manajemen talenta murid disusun dengan empat prinsip utama, yakni berpusat pada murid, inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan bakat dan minat murid dilakukan sejak satuan pendidikan hingga tingkat nasional, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendikdasmen menyiapkan program Beasiswa Talenta Indonesia yang akan diperluas pada 2026. Program ini mencakup beasiswa bagi murid dan guru, baik untuk pendidikan degree maupun non-degree, sebagai upaya menjaga kesinambungan pengembangan talenta dan akses pendidikan bermutu.
Dalam Taklimat Media yang sama, Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi, Biyanto, menjelaskan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 Ia menyebutkan Permendikdasmen disusun berdasarkan mandat regulasi di atasnya, seperti perpres dan undang-undang, serta kebutuhan untuk menyelaraskan dinamika kelembagaan.
“Kami ada program-program prioritas yang itu menjadi visi besar dari kementerian ini yaitu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Biyanto.
Melalui regulasi ini, pemerintah menegaskan komitmen membangun sistem pendidikan yang adil dan adaptif terhadap keberagaman potensi murid di seluruh Indonesia. Manajemen talenta diposisikan sebagai proses jangka panjang yang terhubung antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 84/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Cianjur – Upaya pemerataan akses pendidikan terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan. Di Kabupaten Cianjur, penggunaan Papan Interaktif Digital mulai diterapkan di PAUD Kunang-Kunang dan PKBM Bhayangkara sebagai bagian dari dukungan terhadap proses belajar yang lebih adaptif dan inklusif bagi anak usia dini dan peserta didik pendidikan kesetaraan.
Lembaga tersebut melayani peserta didik dari latar belakang keluarga petani, dengan rentang usia yang beragam. Anak-anak PAUD mengikuti pembelajaran dasar, sementara peserta didik PKBM tetap menjalani pendidikan di tengah aktivitas membantu orang tua. Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan pembelajaran menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar melalui metode yang lebih visual dan partisipatif. Perangkat ini memungkinkan guru menyajikan materi secara variatif, sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam kegiatan menulis, menggambar, dan mengenal konsep dasar pembelajaran secara interaktif.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai penguatan layanan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sekolah formal, tetapi juga perlu menjangkau jalur pendidikan nonformal dan informal. Pendekatan tersebut dipandang penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan konvensional.
“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.
“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” tambahnya.
Melalui integrasi teknologi pembelajaran dan penguatan ekosistem belajar di masyarakat, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sejak usia dini sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di berbagai satuan pendidikan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 83/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Jawa Barat menerima kunjungan Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga penjaminan mutu pendidikan dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang ad ministrasi pendidikan.
Melalui KKL ini, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai peran dan fungsi BBPMP Jawa Barat dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Pemaparan materi dan diskusi difokuskan pada praktik tata kelola pendidikan, kebijakan mutu, serta tantangan implementasi penjaminan mutu di satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut mengusung tema Peluang Karier dan Kompetensi Lulusan Administrasi Pendidikan dalam Sistem Penjaminan Mutu dan Tata Kelola Pendidikan. Tema ini diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kebutuhan kompetensi di dunia kerja, khususnya pada sektor pendidikan yang menuntut kemampuan analisis, pengelolaan data, serta pemahaman regulasi.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara kebijakan, pelaksanaan program, dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan perspektif praktis yang relevan dengan dinamika dunia kerja setelah lulus.
BBPMP Jawa Barat menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, responsif terhadap perubahan, serta mampu berperan aktif dalam penguatan mutu pendidikan.
(Tim media )