Bandung — Penguatan kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur kerja, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja. Untuk mendukung hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan In House Training penguatan kompetensi pegawai yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kemampuan komunikasi efektif sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman terkait strategi komunikasi interpersonal, penguatan kolaborasi antartim, serta keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Penguasaan kompetensi tersebut menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus mendukung terciptanya layanan yang lebih adaptif.
Penguatan kompetensi komunikasi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Implementasi komunikasi yang terbuka, empatik, dan solutif dinilai mampu memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan kualitas interaksi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam konteks pelayanan publik, komunikasi yang efektif memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan. Penyampaian informasi yang jelas, tepat, dan disertai empati akan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa komunikasi bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan fondasi utama dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas.
Melalui penguatan kompetensi ini, BBPMP Jawa Barat terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat profesionalisme pegawai sekaligus menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
(Tim media)