by Tim Media | Feb 28, 2024 | Warta Kiwari
Bandung Barat (28/02/2024) WK, – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan mendorong guru-guru menghasilkan karya nyata melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM), Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) berkolaborasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Pelatihan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (28/02) di Gedung Serba Guna Tangkuban Parahu, Kantor BBPMP Jawa Barat, Padalarang.
Mengingat bahwa setiap anak memiliki laju perkembangan dan kesempatan belajar yang beragam, Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan ini bertujuan untuk mengatasi miskonsepsi terkait kemampuan yang dibangun pada anak-anak di jenjang PAUD.
Demi terciptanya pemanfaatan PMM yang maksimal, pada kegiatan ini para guru didampingi mulai dari pengenalan aplikasi PMM, praktik ekplorasi PMM yang berisi pelatihan mandiri, perangkat ajar dan bukti karya, serta mendorong para guru melakukan tindak lanjut di sekolah masing-masing secara terjadwal.
Kegiatan ini diikuti oleh 300 (tiga ratus) peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) Kecamatan Batujajar, Kecamatan Ngamprah, dan Kecamatan Padalarang.
Penulis: Syifa Andismah
Editor: Udo S
by Tim Media | Feb 20, 2024 | Warta Kiwari
Bandung Barat (200224), WK ,- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan Pelepasan Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 7 pada Senin (19/02) yang dilaksanakan secara terpusat di Jakarta dan tersebar di 34 Provinsi, di antaranya Jawa Barat yang digelar di Gedung Serba Guna Tangkuban Parahu BBPMP Jawa Barat, Padalarang.
Program Kampus Mengajar adalah program Kemendikbudristek, yang memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk belajar di luar rutinitas perkuliahan.
“Program ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda yang sangat unik bagi para mahasiswa dan tentunya juga bagi para siswa dan guru di sekolah sasaran,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc.
Setelah melewati berbagai rangkaian proses, mulai dari pendaftaran, seleksi hingga pembekalan, sebanyak 32.577 mahasiswa se-Indonesia terpilih untuk mengikuti program tersebut, 3.677 di antaranya berasal dari Provinsi Jawa Barat. Mereka berasal dari 150 Perguruan Tinggi (PT) yang akan ditugaskan ke-753 satuan pendidikan dan didampingi oleh 408 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari 91 PT. Selama empat bulan mahasiswa dan DPL akan berkolaborasi bersama para guru dan kepala sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan yang berkaitan dengan literasi dan numerasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Dr. Iwan Syahril, Ph.D juga menyampaikan Program Kampus Mengajar berperan penting dalam upaya pemulihan dan transformasi pembelajaran.
“Program ini memegang peranan yang penting dalam membantu pemerintah dalam upaya pemulihan dan transformasi pembelajaran pasca pandemi di satuan pendidikan dasar yang menjadi sekolah sasaran. Dampak nyata kehadiran mahasiswa juga telah terbukti membantu mengakselerasi kemampuan literasi numerasi peserta didik,” jelasnya.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A dalam pesan penugasan mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang telah mendukung program Kampus Mengajar.
“Berkat gotong royong dan kerja keras berbagai pihak, kita berhasil mengirimkan 112.000 mahasiswa. Angka yang fantasis ini menunjukkan tingginya tingkat kepedulian kita bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” ucapnya.
Testimoni dari para alumni pun menjadi hasil nyata keberhasilan program Kampus Mengajar “Saya juga mendengar banyak testimoni dari para alumni tentang semangat dan perjuangan mereka yang membantu terwujudnya pembelajaran yang lebih memerdekaan sekolah kita dan dedikasi tersebut kini telah membuahkan hasil yang nyata; pemulihan pembelajaran yang jauh lebih cepat tercermin dari peningkatan literasi dan numerasi di Indonesia,” tambahnya.
Pelepasan ini secara resmi dilaksanakan dengan penyerahan buku panduan Kampus Mengajar secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa oleh pimpinan BBPMP dan BPMP seluruh Indonesia. Koordinator Tim Kerja 3 BBPMP Provinsi Jawa Barat, Dr. Yanti Triana, S. Pd., M. A. didampingi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan PIC PDM 10 BBPMP Jawa Barat memberikan simbolis kepada Sela Arselia dari STKIP Pasundan Cimahi dan Adrian Alma Andriansah dari Universitas Pendidikan Indonesia sebagai perwakilan Mahasiswa Kampus mengajar Angkatan 7 Jawa Barat.
Program Kampus Mengajar menjadi kesempatan mahasiswa untuk belajar langsung mengenai berbagai persoalan di dunia pendidikan, dan sebagai modal dalam melakukan perubahan di masa mendatang. Mari bergerak serentak melanjutkan merdeka belajar dengan Kampus Mengajar. (Tim Media)
by Tim Media | Feb 6, 2024 | Warta Kiwari
Jakarta 6/01/2024 – Dampak positif yang ditimbulkan dari implementasi kurikulum merdeka di tingkat satuan pendidikan telah mendorong Kemendikburistek untuk memastikan keberlanjutan manfaat Kebijakan Merdeka Belajar. Oleh sebab itu, Kemendikburistek menghelat Sosialasi dan Koordinasi Strategi Komunikasi Program Prioritas dengan PDM 07 (Unit Pelaksana Teknis) UPT pada Senin (5/02) yang bertempat di Hotel Mercure Cikini, Jakarta Pusat.
Saat membuka acara, Supervisor PDM 07 sekaligus Direktur Sekolah Dasar Dr. Muhammad Hasbi menjelaskan bahwa Kebijakan Merdeka Belajar dibentuk untuk membantu mewujudkan pemulihan dan perbaikan mutu pendidikan secara menyeluruh dari hantaman pandemi Covid-19. “Program-program Kebijakan Merdeka Belajar dibuat untuk membantu terciptanya kualitas pembelajaran, pendidikan baru, dan tata kelola pendidikan melalui transpormasi satuan pendidikan”, ucapnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kebijakan Merdeka Belajar telah membawa manfaat dan dampak terhadap kualitas pembelajaran salah satunya dalam pengembangan peserta didik yang mendapatkan kebebasan dan fasilitas untuk menggali sendiri ilmu pengetahuannya melalui student centered learning.
“Sudah banyak sekali bukti positif yang dirasakan oleh stakeholder pendidikan kita, salah satunya perubahan dalam pembelajaran yang secara perlahan berpusat pada peserta didik,” tambahnya.
Di samping Kebijakan Merdeka Belajar dan program-program prioritas untuk mewujudkan visi dan misi, kebijakan ini harus diinformasikan dan dipublikasikan kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal ini tidak luput dari peran penting tim kerja publikasi dan komunikasi.
“Disinilah peran penting dari tim publikasi dan komunikasi, untuk menguatkan dampak postif yang telah dicapai oleh rangkaian kebijakan Merdeka Belajar kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” jelasnya
Lebih lanjut Hasbi menegaskan bahwa diperlukan kesatuan bahasa dan langkah dalam menyusun strategi publikasi dan komunikasi mulai dari level pusat hingga daerah. Adanya pengembangan kompetensi, kapabilitas dan kualitas baik dari SDM, alat, dan kegiatan yang dikembangkan dapat menyentuh stakeholder sehingga mereka memahami narasi yang kita kembangkan.
“Menjadi keniscayaan untuk kita lakukan agar semua kebijakan merdeka belajar dapat dipahami dan ditingkatkan persepsi positifnya di masyarakat,” tutupnya.
Setelah kegiatan ini selesai Hasbi mengharapkan agar Kebijakan Merdeka Belajar bisa menjadi kebijakan yang berkelanjutan di kemudian hari. Untuk memastikan hal tersebut harus diupayakan proses penguatan dan peningkatan kinerja tim publikasi dan komunikasi agar diperoleh strategi yang tepat dalam meningkatkan persepsi dan dampak positif Kebijakan Merdeka Belajar di masyarakat.
Penulis:Udo S, Syifa Andismah
by Tim Media | Feb 4, 2024 | Warta Kiwari
Sumedang- Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat turut hadir dalam upacara Persami Satuan Karya (Saka) Wira Kartika yang terpusat di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (03/02/2024).
Saka Wira Kartika merupakan salah satu satuan karya pramuka nasional yang dibentuk lewat kerja sama antara Kwatir Nasional Gerakan Pramuka dengan TNI Angkatan Darat dalam mengembangkan pendidikan bela negara. Dengan tujuan membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti, dan menjunjung tinggi nilai luhur bangsa Indonesia, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Majelis Pembimbing Saka Wira Kartika Tingkat Nasional Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pun menjelaskan pramuka adalah kegiatan yang penting untuk membangun karakter para pemuda di Indonesia. “Pramuka suatu organisasi yang penting untuk membekali para pemuda bukan hanya terampil di lapangan, tetapi mempunyai jiwa kesatria dan kebangsaan,” jelasnya.
Hal ini selaras dengan Merdeka Belajar dalam pembinaan yang berpusat pada pengembangan diri peserta dalam bidang mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Kegiatan perkemahan Persami juga merupakan sarana pembinaan yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan, perdamaian, serta menumbuhkan rasa kebangsaan yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
Kegiatan dengan tema “Bersatu Dengan Alam Rehabilitasi Kawasan Hutan dan Lahan Basah” ini diisi dengan perkemahan, penanaman pohon, melaksanakan perbaikan fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako.
Dengan keterlibatannya dalam persami adalah suatu langkah nyata para pemuda sebagai manusia yang memiliki jiwa Pancasila, beriman dan bertaqwa, serta berilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam menyambut implementasi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah, tiap sekolah harus siap untuk melakukan perubahan secara bersama dalam satu barisan. Sesuai visi pendidikan Indonesia yakni mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Hal ini disiapkan dalam rangka mewujudkan generasi Emas (Gold Generation) Indonesia tahun 2045.
Penulis: Udo S, Iman B S, Syifa Andismah
by Tim Media | Jan 30, 2024 | Warta Kiwari
Bandung, Selasa, 30/01/2024 – Intensifkan komunikasi, tim BBPMP Jabar kembali melakukan koordinasi untuk menentukan strategi kolaborasi yang lebih kongkrit. Kabag Umum BBPM Jabar, Mardi Wibowo didampingi perwakilan tim kerja melakukan kunjungan koordinasi lanjutan selepas rakor antar UPT yang sebelumnya digelar pada tanggal 16 Januari di BBPMP sekaligus menindaklanjuti hasil rapat kerja BBPMP Jabar dengan Dirjen PAUD Dikdasmen tanggal 23 Januari 2024 lalu.
Kunjungan kerja yang dilakukan di Ruang Rapat Kepala BBGP Jabar tersebut diawali expose data dan permasalahan dari Kabag Umum BBPMP Jabar, Mardi Wibowo terkait beberapa isu pendidikan, seperti pengangkatan GP menjadi KSPS, pendataan dan pemanfaatan Chromebook untuk pembelajaran, pembentukan Satgas TPPKSP, gerakan Transisi PAUD SD yang menyenangkan untuk kemudian langsung disiskusikan secara bersama strategi-strategi pemecahan masalah yang bisa dikolaborasikan antar 2 UPT. Kepala BBGP Jabar, Hartono didampingi perwakilan tim kerjanya menyambut baik agenda pembahasan dan langsung mendiskusikan secara interaktif peluang dan tantangan serta optimalisasi peran yang dapat dilakukan secara bersama.
Dari isu-isu yang dibahas, menghasilkan banyak kesepakatan kolaborasi yang juga akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan peran serta Disdik dan Komunitas-komunitas Pendidikan terkait GP menjadi KS/PS, Transisi PAUD dan SD, Chromebook dan TPPKSP. Serentak Bergerak, berbagi sumber daya dan bersinergi dalam mengawal implementasi kebijakan merdeka belajar.
#MerdekaBelajar
#bbpmpjabarkahiji
#bbpmpjabarberaksi
Tim Media