Sebanyak 59 Satuan Pendidikan Hasil Revitalisasi Diresmikan Mendikdasmen

Sebanyak 59 Satuan Pendidikan Hasil Revitalisasi Diresmikan Mendikdasmen

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan 59 satuan pendidikan yang telah menyelesaikan program revitalisasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Agenda peresmian yang dipimpin oleh Menteri Abdul Mu’ti tersebut digelar pada Selasa (20/1) di dua lokasi, yaitu kompleks Yayasan Al Mizan dan SMP Negeri 1 Jatiwangi.

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Mu’ti menandai selesainya revitalisasi di dua sekolah pertama, yakni TK Al Mizan dan SMK Al Ma’arif. Selanjutnya, peresmian dipusatkan di SMP Negeri 1 Jatiwangi yang menjadi lokasi simbolis untuk 57 satuan pendidikan lain, terdiri dari 1 PAUD, 25 SD, 21 SMP, 2 SMA, 4 SMK, serta 4 SLB yang kini telah siap digunakan.

Dalam sambutannya pada peresmian di Yayasan Al Mizan, Menteri Mu’ti menekankan bahwa penyaluran anggaran revitalisasi menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan yang setara bagi satuan pendidikan negeri maupun swasta.

“Pada tahun 2025, kami mengalokasikan 23 persen program revitalisasi untuk sekolah swasta. Kami memandang sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan langkah strategis Kemendikdasmen dalam memperluas layanan pendidikan berkualitas. Ia menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang bersih, aman, dan mendukung perkembangan siswa sebagai bagian dari komitmen pemerataan mutu pendidikan di seluruh daerah.

“Program revitalisasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari paket kebijakan yang kami kaitkan dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan karakter melalui pembelajaran mendalam dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.

Program revitalisasi ini turut mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan. Ia menilai, perkembangan fasilitas pendidikan tersebut membawa dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat sekaligus berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal melalui berbagai efek turunan.

“Dampak program ini tercermin dalam data BPS Kabupaten Majalengka, antara lain peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, kenaikan rata-rata lama sekolah, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9 persen pada 2025, tertinggi di wilayah III Cirebon,” kata Dena.

Dena juga menyoroti efektivitas metode swakelola dalam pelaksanaan revitalisasi. Selain mempercepat proses pembangunan, pendekatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat yang pada akhirnya memperkuat layanan pendidikan, membangun karakter sosial, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik di lingkungan sekolah.

{Tim media)

Revitalisasi TK Al Hikmah Tingkatkan Kenyamanan Belajar dan Bermain Anak  yang Lebih Nyaman

Revitalisasi TK Al Hikmah Tingkatkan Kenyamanan Belajar dan Bermain Anak  yang Lebih Nyaman

Tasikmalaya – Revitalisasi sekolah di TK Al Hikmah, Kabupaten Tasikmalaya, membawa perubahan nyata bagi lingkungan belajar anak usia dini. Melalui program yang digagas Kemendikdasmen, kini sekolah tersebut memiliki fasilitas yang lebih layak, mulai dari taman bermain ramah anak, toilet yang memadai, hingga ruang UKS yang lebih nyaman untuk menunjang kebutuhan kesehatan peserta didik.

Guru TK Al Hikmah, Oom Romlah, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi dilakukan, kegiatan belajar dan bermain masih sangat terbatas. Anak-anak hanya bisa bermain seadanya di dalam kelas, sementara fasilitas toilet dan ruang UKS belum tersedia.

“ Akhirnya harapan kami pun terwujud dengan adanya program revitalisasi dari pemerintah,” ujarnya.

Kepala Bidang PAUD Dikmas Kabupaten Tasikmalaya, Reza Mohamad Tsani, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan, khususnya pada jenjang PAUD. Ia berharap perbaikan fasilitas ini dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Semoga dengan adanya program revitalisasi satuan pendidikan akan meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini,” katanya.

Orang tua siswa, Ibu Eka, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengaku senang melihat perubahan signifikan yang terjadi di TK Al Hikmah. Menurutnya, fasilitas bermain yang kini tersedia membuat anak-anak lebih gembira dan aktif.

“Saya sebagai orang tua merasa senang melihat anak-anak bermain dengan gembira, ada banyak permainan di sini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Al Hikmah, Hj. Dini Nurdinawati, bersyukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolah pada tahun 2025. Ia berharap fasilitas baru ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Program revitalisasi ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat, termasuk pekerja bangunan yang merasakan manfaat ekonomi dari proyek tersebut.

Dengan adanya fasilitas baru ini, aktivitas harian anak-anak dapat berlangsung lebih tertata dan mendukung kenyamanan mereka selama berada di sekolah.

{Tim media)

Perbedaan Simulasi dan Gladi Bersih TKA SMP, Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Perbedaan Simulasi dan Gladi Bersih TKA SMP, Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan dengan rinci perbedaan antara tahapan simulasi dan gladi bersih dalam rangkaian persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP. Kedua tahap tersebut menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan utama TKA digelar.

Fauzan Amin Nur Rochim, Ahli Pertama Pengembang Penilaian Pendidikan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), menyampaikan bahwa baik simulasi maupun gladi bersih berfungsi menguji kesiapan infrastruktur, mulai dari lokasi penyelenggaraan hingga perangkat teknis yang digunakan. Menurutnya, dua tahap ini akan dilalui satuan pendidikan sebelum peserta mengikuti TKA sesuai jadwal resmi.

“Pada dasarnya, kedua tahapan itu merupakan proses persiapan untuk mengukur kemampuan infrastruktur, baik lokasi tes maupun fasilitas teknis lainnya,” kata Fauzan di Jakarta pada Senin.

Secara teknis, simulasi TKA hanya berlaku bagi sekolah yang masuk kategori mandiri. Sementara itu, gladi bersih memiliki cakupan lebih luas karena wajib diikuti seluruh sekolah, baik yang berstatus mandiri maupun menumpang. Perbedaan status ini menjadi penentu mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Dari sisi penggunaan data, simulasi dilakukan menggunakan data dummy sehingga tidak mewajibkan kehadiran peserta TKA. Sebaliknya, gladi bersih menggunakan data asli para peserta, sehingga sekolah harus melibatkan murid yang terdaftar mengikuti TKA. Gladi bersih menjadi ajang uji coba paling mendekati kondisi sebenarnya sebelum TKA resmi berlangsung.

Untuk jadwalnya, Kemendikdasmen menetapkan simulasi TKA tingkat SMP berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret. Gladi bersih dijadwalkan pada 9–17 Maret, lalu pelaksanaan TKA akan digelar pada 6–16 April. Adapun TKA susulan bagi peserta yang berhalangan hadir akan dilakukan pada 11–17 Mei.

(Tim media)

Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 1 Indramayu Hadirkan Kelas Lebih Interaktif Melalui Pemanfaatan IFP

Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 1 Indramayu Hadirkan Kelas Lebih Interaktif Melalui Pemanfaatan IFP

Indramayu – Transformasi pembelajaran berbasis digital mulai terasa di SMAN 1 Indramayu melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini mengubah kelas konvensional menjadi ruang belajar yang lebih hidup, modern, dan kolaboratif. Penggunaan IFP membuat proses pembelajaran lebih dinamis serta membuka peluang baru bagi guru dan siswa untuk berinteraksi.

Kepala SMAN 1 Indramayu menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, penyampaian materi menjadi lebih mudah dan menarik, sementara keterlibatan murid meningkat. Ia menilai digitalisasi pembelajaran ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik di sekolah.

“IFP membuat proses belajar di sma 1 indramayu semakin interaktif dan modern murid lebih terlibat, guru lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran. Ini adalah transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran yang kami harapkan .” ujarnya.

Para guru turut merasakan manfaat teknologi tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa IFP membantu menampilkan video, simulasi, permainan edukatif, serta berbagai media digital lainnya yang memudahkan siswa memahami konsep pembelajaran. Kehadiran perangkat ini juga membuat suasana kelas lebih aktif dan interaktif dibandingkan metode tradisional.

“IFP memudahkan saya menampilkan video interaktif, games interaktif dan membuat suanana belajar anak anak jauh interaktif, serta memudahkan siswa untuk memahami konsep belajar dangan adanya ifp suasana kelas jauh lebih aktif.” Ujar guru SMAN 1 Indramyu.

Siswa SMAN 1 Indramayu pun merespons positif perubahan ini. Mereka merasa pembelajaran menjadi lebih modern dan tidak monoton karena materi dapat langsung ditampilkan secara visual. Dengan adanya video, simulasi, hingga kuis digital, siswa lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar dan lebih mudah memahami pelajaran.

Pemanfaatan IFP di SMAN 1 Indramayu menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pembelajaran mampu membawa dampak positif bagi mutu pendidikan. Perubahan ini menunjukkan komitmen sekolah Adalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua.

{Tim media}

Kemendikdasmen Tetapkan Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 Dimulai April Untuk Pemetaan Mutu Bukan Penentu Kelulusan

Kemendikdasmen Tetapkan Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 Dimulai April Untuk Pemetaan Mutu Bukan Penentu Kelulusan

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Tes Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026. TKA merupakan asesmen nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar, bukan sebagai penentu kelulusan.

“TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat untuk mendapatkan gambaran kemampuan akademik murid secara adil dan objektif. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan proses pembelajaran,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (13/1).

Sebagai asesmen yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, TKA disusun untuk mengukur kesiapan murid dalam menempuh jenjang berikutnya sekaligus memberikan gambaran nasional mengenai capaian akademik.

“Data TKA memungkinkan kami membaca kondisi pembelajaran secara riil. Dengan begitu, intervensi pendidikan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan murid serta sekolah,” tambah Toni.

Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 dimulai dengan pendaftaran peserta pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Setelah itu, gladi bersih digelar pada 9–17 Maret 2026. TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara jenjang SD dilaksanakan pada 20–30 April 2026. Kemendikdasmen juga menyediakan jadwal susulan pada 11–17 Mei 2026 bagi peserta yang tidak dapat hadir pada waktu utama. Pengolahan hasil dilakukan pada 18–23 Mei 2026, dan pengumuman hasil nasional dirilis pada 24 Mei 2026.

Untuk mempersiapkan peserta didik, Kemendikdasmen mengajak murid, guru, dan sekolah memanfaatkan sarana pembelajaran yang tersedia. Murid dapat mengakses contoh soal dan materi pendukung melalui laman Ayo Coba TKA serta fitur Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan TKA mengutamakan integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sekolah terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.

Informasi teknis mengenai mekanisme dan pelaksanaan TKA akan disampaikan lebih lanjut melalui dinas pendidikan dan kanal resmi Kemendikdasmen.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: /sipers/A6/I/2026

(Tim media)