by Tim Media | Mar 31, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat memanfaatkan kegiatan upacara bendera di sejumlah sekolah sebagai sarana penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Cimerang 01 Kabupaten Bandung Barat dan SMPN 1 Kota Cimahi, dengan melibatkan Komalasari Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat sebagai pembina upacara.
Dalam kesempatan tersebut, pesan yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun budaya sekolah yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Konsep ini tidak hanya menekankan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga suasana sosial yang mendukung kenyamanan belajar, termasuk upaya mencegah perundungan dan menciptakan interaksi yang saling menghargai.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Peserta didik didorong untuk menjaga kesehatan melalui kebiasaan positif seperti mengonsumsi makanan bergizi dan aktif berolahraga. Lingkungan yang bersih turut menjadi bagian penting, dengan membiasakan pengelolaan sampah yang baik serta menjaga kebersihan melalui kegiatan rutin seperti piket dan kerja bakti.
Tidak kalah penting, aspek keindahan sekolah juga menjadi sorotan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang nyaman. Penataan ruang kelas, taman, dan fasilitas sekolah yang rapi serta terawat diyakini dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kesehatan mental mereka.
Penguatan karakter juga ditekankan melalui nilai-nilai yang tercermin dalam Ikrar Pelajar Indonesia, seperti sikap beriman, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, serta menjunjung tinggi kebersamaan. Nilai-nilai ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berdaya saing.
Di sisi lain, peserta didik juga diingatkan untuk menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari melalui konsep Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut mencakup aktivitas sederhana namun berdampak besar, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga mengatur waktu istirahat dengan baik.
Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan perangkat digital juga menjadi perhatian. Peserta didik diimbau untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar maupun interaksi sosial, sehingga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata tetap terjaga.
(Tim media)
by Tim Media | Mar 31, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Lingkungan yang kondusif dinilai mampu mendukung peserta didik untuk belajar secara optimal, berinteraksi secara positif, serta membentuk karakter sesuai tahap perkembangan mereka.
Namun, dalam praktiknya, tantangan masih muncul, salah satunya adalah penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan anak. Ketergantungan terhadap perangkat digital ini tidak hanya memengaruhi konsentrasi belajar, tetapi juga berpotensi mengganggu interaksi sosial dan perkembangan karakter. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Kebijakan ini diwujudkan melalui penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang berfokus pada penguatan karakter, serta pengaturan penggunaan gawai melalui konsep 3S, yaitu screen time, screen zone, dan screen break.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa pembatasan akses anak terhadap platform digital yang berisiko merupakan langkah penting agar teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sebaliknya. Ia juga menyoroti peran strategis guru dalam mengawal kebijakan ini, terutama dalam membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami juga mendorong agar sekolah-sekolah dapat menyediakan lebih banyak alternatif kegiatan fisik bagi peserta didik. Dengan demikian, penguatan karakter melalui 7 KAIH dan 3S dapat berjalan dengan optimal. Pada akhirnya, teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah kemudi. Tugas kita bersama adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital dan kuat secara karakter,” Ujar Abdul Mu’ti
Pemerintah memastikan bahwa literasi digital tetap berjalan seiring dengan kebijakan tersebut. Proses pembelajaran berbasis teknologi tetap dilakukan dengan pendampingan yang tepat, sehingga siswa tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan digital. Sekolah juga didorong untuk menyediakan lebih banyak aktivitas fisik sebagai alternatif, guna menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi langsung. Melalui langkah ini, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
(berita ini telah tayang di https://kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14958-kemendikdasmen-dukung-implementasi-pp-tunas-melalui-gerakan-7-kaih-dan-3s )
by Tim Media | Mar 30, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Momentum Halal Bihalal Keluarga Besar BBPMP Jawa Barat bersama BAN PDM dimanfaatkan sebagai ruang refleksi pasca-Ramadan yang menekankan pentingnya keimanan, pengendalian diri, serta penguatan nilai kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memperkuat karakter individu dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan.
Dalam tausyiah yang disampaikan, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui konsistensi ibadah, termasuk memperbanyak istigfar sebagai bentuk introspeksi diri. Refleksi Ramadan juga diarahkan pada kesadaran atas kesalahan pribadi, kemampuan menahan amarah, serta membangun sikap mudah memaafkan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan menghindari konflik.
Selain penguatan nilai spiritual, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kampanye Gerakan Indonesia Asri di satuan pendidikan. Gerakan ini mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, dengan menekankan budaya “resik” agar lingkungan sekolah terbebas dari sampah serta lebih tertata. Aspek keindahan juga diperhatikan melalui penataan taman dan ruang terbuka hijau.
Tidak hanya itu, perhatian terhadap penggunaan gawai pada anak menjadi bagian penting dalam pembahasan melalui kebijakan PP Tunas. Pengaturan screen time perlu dilakukan agar penggunaan gawai tidak berlebihan, disertai dengan penerapan screen zone untuk memastikan penggunaan perangkat dilakukan di tempat yang tepat dan tetap menghargai interaksi sosial.
Selanjutnya, penerapan screen break juga menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan aktivitas anak. Dengan memberikan jeda dari layar, anak didorong untuk lebih banyak berinteraksi langsung bersama keluarga dan teman. Melalui berbagai pesan tersebut, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara nilai spiritual, budaya lingkungan, dan literasi digital dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
(Tim media)
by Tim Media | Mar 17, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Koordinasi antara Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat dilakukan untuk memastikan analisis daya tampung dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berjalan lebih akurat.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 ini difokuskan pada penyamaan pemahaman terkait perhitungan daya tampung sekolah, yang menjadi salah satu aspek krusial dalam proses penerimaan murid baru.
Dalam pembahasan, analisis daya tampung tidak hanya dilakukan berdasarkan jumlah ruang kelas, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain sebaran satuan pendidikan, potensi jumlah calon murid, serta kepadatan penduduk di masing-masing wilayah.
Perbedaan karakteristik wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan kapasitas sekolah. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat komprehensif agar kebijakan yang dihasilkan tetap relevan dengan kondisi daerah.
BBPMP Jawa Barat berperan dalam melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap setiap usulan daya tampung yang diajukan. Proses ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan verval mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan, Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB, serta Kepmendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme penetapan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar.
Dalam proses tersebut, setiap usulan yang bersifat pengecualian wajib disertai dengan data pendukung yang lengkap dan valid. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berbasis kebutuhan, tetapi juga memiliki dasar yang kuat.
Koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk meminimalkan potensi permasalahan dalam pelaksanaan SPMB, khususnya yang berkaitan dengan ketidaksesuaian data daya tampung di lapangan. Dengan penguatan pada tahap perencanaan dan validasi data, pelaksanaan SPMB diharapkan dapat berlangsung lebih tertib dan mampu menjangkau seluruh calon peserta didik secara merata.
Melalui langkah ini, Dinas Pendidikan Kota Bogor bersama BBPMP Jawa Barat menekankan pentingnya penyelenggaraan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.
(Tim media)
by Tim Media | Mar 16, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Upaya memperkuat koordinasi pelaksanaan program pendidikan terus dilakukan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa BaratbersamaDinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui rapat koordinasi yang digelar pada Kamis, 12 Maret 2026.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting terkait implementasi program pendidikan di Jawa Barat, di antaranya progres revitalisasi 258 SMA, pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), serta kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dalam pembahasan revitalisasi sekolah, diketahui bahwa proses pengisian data usulan telah mencapai 100 persen. Meski demikian, beberapa aspek masih memerlukan perhatian, terutama terkait kelengkapan dokumen pendukung serta akurasi data daya tampung sekolah agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Ketersediaan data yang valid dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan prioritas pembangunan maupun perbaikan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, proses verifikasi dan pembaruan data perlu dilakukan secara cermat oleh pihak sekolah maupun dinas terkait.
Selain revitalisasi sekolah, pembahasan juga menyoroti pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang diharapkan dapat menjadi model penguatan kualitas pendidikan melalui integrasi berbagai aspek pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Sementara itu, kesiapan pelaksanaan SPMB juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Data daya tampung sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar proses penerimaan peserta didik baru dapat berlangsung lebih transparan dan adil.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa setiap sekolah perlu melakukan validasi data secara mandiri guna memastikan seluruh informasi yang disampaikan telah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, perbaikan dan penyempurnaan dokumen juga akan dipercepat dengan target penyelesaian hingga 31 Maret 2026. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan berbagai program pendidikan di Jawa Barat dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui koordinasi yang lebih intensif antara BBPMP dan Dinas Pendidikan, diharapkan berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat terlaksana dengan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan di Jawa Barat.
(Tim media)