by Tim Media | May 7, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas belajar anak, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan Belajar Bersama BBPMP (B3) Jawa Barat bersama PAUD Flamboyan Ceria melalui Program GEMPITA yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Anak-anak mengikuti pembelajaran berbasis moving class yang memungkinkan mereka belajar melalui eksplorasi dan permainan interaktif. Pendekatan tersebut membantu anak mengenal lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.
Melalui aktivitas belajar sambil bermain, anak didorong untuk aktif berinteraksi, bekerja sama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan. Suasana belajar yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak usia dini.
Tidak hanya berfokus pada peserta didik, kegiatan ini juga memperkuat peran keluarga dalam proses pengasuhan. Orang tua memperoleh penguatan melalui sesi parenting bertema penumbuhan disiplin dalam pengasuhan positif. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh yang konsisten, suportif, dan komunikatif dalam mendampingi perkembangan anak.
Penguatan kapasitas orang tua juga dilakukan melalui edukasi kesehatan ibu dan anak yang melibatkan kader PKK Desa Jayagiri bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Desa Jayagiri. Pembahasan mengenai kesehatan ibu dan anak usia dini menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan tersebut mendorong meningkatnya pemahaman orang tua dan kader terkait pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini, termasuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan rumah dan masyarakat.
Selain itu, orang tua turut terlibat dalam kegiatan bengkel Alat Permainan Edukatif (APE). Dalam sesi ini, peserta diajak membuat media permainan dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang terjangkau dan aman bagi anak.
Pembuatan APE tidak hanya mendukung stimulasi perkembangan anak, tetapi juga mempererat interaksi positif antara orang tua dan anak melalui kegiatan bermain bersama di rumah.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa layanan PAUD yang berkualitas memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pendidik, keluarga, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sekitar. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, pendidikan anak usia dini diharapkan mampu mendukung perkembangan karakter, kesehatan, dan kemampuan belajar anak secara lebih optimal sebagai bekal menghadapi masa depan.
(Tim media)
by Tim Media | May 6, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berkualitas membutuhkan tata kelola yang kuat, pemahaman kebijakan yang seragam, serta sinergi antarpemangku kepentingan. Untuk mendukung hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat mengambil peran aktif dalam Kick Off SPMB Kota Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai narasumber sekaligus mitra strategis dalam penguatan layanan pendidikan.
Keterlibatan BBPMP Jawa Barat menjadi bagian dari upaya mendorong pelaksanaan SPMB yang mampu menjamin akses pendidikan secara adil dan merata bagi seluruh calon peserta didik. Proses penerimaan murid baru tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif tahunan, melainkan sebagai langkah awal dalam memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai prinsip kualitas dan integritas.
Penguatan pemahaman terhadap kebijakan dan petunjuk teknis SPMB menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Kesamaan persepsi antarpenyelenggara dinilai penting agar implementasi di lapangan berjalan efektif, tepat sasaran, serta mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.
Melalui sosialisasi kebijakan, seluruh pihak yang terlibat didorong untuk memahami mekanisme pelaksanaan secara menyeluruh, mulai dari tahapan pendaftaran hingga proses seleksi. Pemahaman yang selaras diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala teknis sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.
Komitmen bersama yang dibangun antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas.
Pelaksanaan SPMB yang transparan dan bebas diskriminasi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik. Prinsip keadilan dalam penerimaan murid baru merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa hambatan.
Sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikan, BBPMP Jawa Barat terus mendorong penguatan sistem pendidikan melalui pendampingan kebijakan, fasilitasi peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Melalui sinergi yang terbangun, pelaksanaan SPMB diharapkan mampu menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Upaya bersama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pendidikan yang merata serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
(Tim media)
by Tim Media | May 5, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Pembelajaran anak usia dini yang bermakna tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dasar, tetapi juga pada pengembangan karakter, imajinasi, dan pemahaman anak terhadap lingkungan sekitarnya. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pembelajaran bertema profesi yang diikuti anak-anak dari TK Tahfiz Quran MQ pada Selasa, 5 Mei 2026.
Melalui berbagai aktivitas bermain interaktif, anak-anak diajak mengenal beragam profesi seperti pemadam kebakaran, polisi, dan sejumlah pekerjaan lainnya. Pendekatan belajar melalui bermain ini memberikan pengalaman konkret bagi anak untuk memahami peran berbagai profesi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengenalan profesi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun wawasan anak. Selain memperluas pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya motivasi dan cita-cita, sekaligus membuka ruang bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya.
Dalam proses pembelajaran, anak-anak diajak terlibat aktif melalui permainan peran dan interaksi kelompok. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial seperti bekerja sama, berbagi peran, dan menghargai teman.
Nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama juga diperkenalkan melalui setiap rangkaian kegiatan. Pembelajaran kontekstual seperti ini membantu anak memahami makna sederhana tentang kontribusi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain aspek sosial dan emosional, kegiatan ini turut mendukung perkembangan kognitif anak. Melalui eksplorasi dan diskusi ringan, anak dilatih untuk berpikir kritis sederhana, mengenali fungsi suatu profesi, serta menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.
Suasana belajar yang menyenangkan juga berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri anak. Kesempatan untuk berekspresi dan tampil dalam berbagai simulasi profesi mendorong anak lebih berani berkomunikasi dan menunjukkan potensinya.
Dalam kegiatan tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi anak juga tetap menjadi perhatian melalui layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan asupan gizi yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang tumbuh kembang anak agar tetap sehat, aktif, dan siap mengikuti proses belajar secara optimal.
Kolaborasi antara satuan pendidikan dan berbagai pihak dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna menjadi langkah positif dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai dasar yang akan mendukung perkembangan mereka di masa depan.
(Tim media)
by Tim Media | May 5, 2026 | Warta Kiwari
Bandung — Revitalisasi satuan pendidikan terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat mutu pembelajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak. Perbaikan fasilitas pendidikan dinilai berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Hal tersebut sejalan dengan konsep ASRI yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Pendekatan ini menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang tidak hanya memadai secara fisik, tetapi juga mampu mendukung kenyamanan psikologis serta pembentukan karakter peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, pada Senin (4/5/2026), menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan. Ketersediaan fasilitas yang baik memungkinkan terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman dan optimal.
Konsep ASRI sendiri menjadi bagian dari inisiatif nasional yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai tindak lanjut kebijakan penguatan kualitas pendidikan melalui pembenahan lingkungan sekolah.
Dalam implementasinya, aspek aman menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang bebas dari risiko fisik maupun tekanan psikologis. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah untuk tumbuh dan belajar.
Sementara itu, unsur sehat diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan yang bersih, tertata, serta mendorong penerapan pola hidup sehat. Aspek ini diperkuat dengan prinsip resik, yaitu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah secara konsisten.
Adapun unsur indah diarahkan untuk membangun suasana sekolah yang asri dan menyenangkan. Lingkungan yang tertata baik diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih positif bagi peserta didik.
Lebih dari sekadar pembenahan fisik, program ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter.
Penguatan kualitas sarana pendidikan melalui revitalisasi diharapkan terus mendorong terciptanya ekosistem belajar yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
(Tim media)
by Tim Media | May 4, 2026 | Warta Kiwari
Subang — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Subang menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan akuntabel, khususnya pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan pakta integritas oleh unsur pimpinan daerah pada Senin, 4 Mei 2026, di Alun-Alun Kabupaten Subang. Langkah ini menegaskan pentingnya penyelenggaraan proses penerimaan murid baru yang berjalan objektif, terbuka, serta bebas dari praktik yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan integritas.
Penguatan integritas dalam pelaksanaan SPMB menjadi bagian penting dalam menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Sistem yang transparan tidak hanya memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan.
Dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, tata kelola yang bersih merupakan fondasi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Pelaksanaan SPMB yang akuntabel diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya.
BBPMP Provinsi Jawa Barat turut mendukung penguatan tata kelola pendidikan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong implementasi kebijakan pendidikan yang berintegritas dan berorientasi pada pemerataan layanan.
Semangat Hari Pendidikan Nasional tahun ini juga menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak hanya ditopang oleh peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh penguatan sistem yang menjunjung transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di Jawa Barat semakin mampu menghadirkan layanan yang bermutu, inklusif, dan dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat.
(Tim media)