by Tim Media | Apr 24, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Upaya percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Direktorat PAUD bersama BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi calon penerima bantuan implementasi program tersebut di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 ini diikuti oleh Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan serta perwakilan Pokja Bunda PAUD dari sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Sumedang, Cianjur, Sukabumi, Kota Bogor, Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Garut, Purwakarta, Bandung, Kuningan, Subang, Karawang, dan Pangandaran. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah ini menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman dalam pelaksanaan program.
Bimbingan teknis difokuskan pada penguatan pemahaman terkait mekanisme implementasi program, termasuk kesiapan daerah dalam memenuhi persyaratan penerima bantuan. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan perencanaan dan pelaksanaan program secara lebih terarah. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan layanan pendidikan prasekolah dapat diakses secara lebih luas dan merata.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan program. Dengan sinergi yang terbangun, implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan sejak usia dini.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 24, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — BBPMP Provinsi Jawa Barat terus melakukan penguatan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan pendampingan pengisian instrumen Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis dalam pengisian instrumen evaluasi, sehingga setiap unit kerja mampu menyajikan data yang akurat dan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Proses ini menjadi penting untuk memastikan hasil evaluasi dapat mencerminkan kondisi layanan secara objektif.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penguatan sistem evaluasi mandiri di lingkungan BBPMP Jabar. Dengan evaluasi yang lebih terstruktur, setiap unit kerja diharapkan mampu mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan serta menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Upaya ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Evaluasi yang dilakukan secara konsisten menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Melalui langkah ini, BBPMP Jabar terus mendorong peningkatan kinerja layanan publik agar lebih responsif dan adaptif, sekaligus memastikan standar pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan masyarakat.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 23, 2026 | Warta Kiwari
Majalengka — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar di SDN Majalengka Wetan IV berlangsung dengan suasana yang relatif kondusif dan menunjukkan antusiasme peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda asesmen rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlihat mampu mengikuti setiap sesi dengan baik meskipun dihadapkan pada variasi soal yang menuntut pemahaman dan penalaran. Model soal yang digunakan mendorong siswa untuk berpikir kritis, bukan sekadar mengandalkan hafalan, sehingga memberikan gambaran lebih utuh terhadap kemampuan akademik mereka.
“Tadi ada yang menarik, menurut salah satu murid kita. Pertanyaan dalam soal TKA ini ada yang mengecoh, jawaban terlihat berbeda namun ketika diperhatikan ulang ternyata ketemu hasilnya. Artinya bahwa kita memang mendorong murid menggunakan kemampuan berpikir, dalam menjawab soal-soal TKA. Sehingga model pertanyaan TKA itu merangsang daya berpikir kritis. Tidak hanya mengandalkan kemampuan descriptive atau hafalan semata,” jelas Wamen Fajar di Majalengka, Jawa Barat (21/4).
Wamen Fajar mengatakan bahwa TKA merupakan sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi. “Salah satu tujuan TKA adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak yang ada di Indonesia termasuk anak-anak yang ada di Kabupaten Majalengka,” tambahnya.
Hasil TKA diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berjalan. Melalui data yang diperoleh, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Di sisi pelaksanaan, sekolah sempat menghadapi kendala teknis berupa gangguan listrik dan keterbatasan perangkat, sehingga pelaksanaan harus dibagi ke dalam beberapa sesi. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi melalui penyesuaian jadwal dan koordinasi internal, sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
Dukungan dari guru dan orang tua turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan. Guru memberikan pendampingan tambahan, sementara orang tua berperan dalam memastikan kesiapan siswa. Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA di SDN Majalengka Wetan IV menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung asesmen berbasis pemetaan kemampuan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran.
(berita ini telah tayang di https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15171-sd-negeri-majalengka-wetan-iv-sukses-atasi-kendala-tka-berlangsung-dengan-gembira )
by Tim Media | Apr 22, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat edukasi gizi pada anak usia dini melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan PAUD. Melalui tema “Aku Suka Makan Sehat Bergizi”, BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong pembiasaan pola makan sehat sebagai bagian dari proses belajar anak, bukan sekadar kegiatan konsumsi.
Kegiatan yang berlangsung di BBPMP Provinsi Jawa Barat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Peserta terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi serta Dinas Pendidikan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, pengawas TK, penilik PAUD, pendidik, hingga orang tua peserta didik.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen PAUD, Dikdas dan PNFI, Ketua DWP Sesditjen PAUD Dikdas dan PNFI, perwakilan DWP BBPMP Provinsi Jawa Barat, serta organisasi mitra terkait. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dari 29 provinsi secara daring turut memperluas jangkauan kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi edukasi gizi di satuan pendidikan.
Pelaksanaan seminar dilakukan secara hybrid, memungkinkan partisipasi lebih luas baik secara luring maupun daring. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi seimbang bagi anak usia dini, serta bagaimana mengaitkannya dengan kegiatan pembelajaran sehari-hari di satuan pendidikan.
Materi yang disampaikan oleh narasumber ahli menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan pembentukan karakter anak. Karena itu, edukasi gizi perlu diterapkan secara konsisten melalui kolaborasi antara pendidik dan orang tua.
Melalui kegiatan ini, diharapkan satuan pendidikan mampu mengimplementasikan edukasi gizi secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 21, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman terus diperkuat melalui pendampingan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman oleh BBPMP Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap daerah memiliki mekanisme yang jelas dalam mengelola lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.
Pendampingan yang dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026 ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk unsur dinas pendidikan dan perangkat daerah terkait. Keterlibatan berbagai pihak ini penting untuk memastikan kebijakan yang disusun dapat diimplementasikan secara terintegrasi di tingkat daerah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi terkait konsep dan implementasi budaya sekolah yang aman dan nyaman. Selain itu, pembahasan juga diarahkan pada langkah konkret yang perlu dilakukan daerah, termasuk penyusunan rencana tindak lanjut serta mekanisme pembentukan Pokja di masing-masing wilayah.
Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga mendorong kesiapan administratif dan teknis. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyusun Surat Keputusan pembentukan Pokja sebagai dasar pelaksanaan program, serta memastikan dokumen tersebut terintegrasi dalam sistem yang telah disediakan.
Melalui langkah ini, pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman diharapkan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di satuan pendidikan. Lingkungan belajar yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
(Tim media)