Bandung Barat — Peningkatan mutu pendidikan anak usia dini membutuhkan penguatan kompetensi pendidik yang berkelanjutan, baik dalam aspek pembelajaran maupun kepemimpinan satuan pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut BBPMP Provinsi Jawa Barat memfasilitasi Pelatihan Upaya Peningkatan Mutu Kepala Sekolah dan Guru PAUD, selama 29–30 April 2026 dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kapasitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan anak. Penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam memastikan layanan PAUD mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Pada hari pertama, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati langsung berbagai praktik pembelajaran di laboratorium PAUD. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar untuk melihat implementasi pendekatan pembelajaran yang menekankan eksplorasi, kreativitas, serta keterlibatan aktif anak dalam setiap proses belajar.
Berbagai praktik baik yang ditampilkan, mulai dari konsep perpindahan kelas sesuai aktivitas belajar, penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, hingga peningkatan kapasitas pendidik, memberikan gambaran konkret mengenai strategi peningkatan kualitas layanan PAUD.
Suasana pembelajaran semakin terasa dinamis saat anak-anak mengikuti kegiatan bertema pengenalan profesi. Melalui permainan kreatif dan aktivitas bermain peran, mereka diajak mengenal berbagai profesi sambil mengembangkan keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan motorik sejak usia dini.
Di saat yang sama, keterlibatan orang tua dalam sesi diskusi pengasuhan menjadi bagian penting dari pendekatan pembelajaran. Sinergi antara guru dan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Dengan strategi tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih kontekstual, relevan, dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Selain kompetensi pedagogik, penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran turut menjadi perhatian. Kepemimpinan yang adaptif dinilai berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung interaksi positif antara guru dan anak.
Kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan melalui pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas layanan PAUD. Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, dan merata.
(Tim media)