Bandung Barat — Program revitalisasi satuan pendidikan mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Perbaikan sarana dan prasarana tidak hanya mengubah kondisi fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Di SDN Cipanengah Kota Sukabumi, perubahan tersebut dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka kini dapat belajar tanpa khawatir terhadap kondisi ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan. Atap yang tidak lagi bocor serta ruang belajar yang lebih tertata membuat aktivitas belajar menjadi lebih fokus.
“Kami senang sekolah sudah diperbaiki, kelasnya tidak bocor lagi kalau hujan, belajar jadi nyaman,” ungkap salah satu siswi.
Hal serupa disampaikan pihak sekolah. Kepala SDN Cipanengah Kota Sukabumi menilai revitalisasi membawa peningkatan signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar. Selain itu, kondisi sekolah yang lebih inklusif turut mendukung kebutuhan seluruh peserta didik.
“Alhamdulillah, sekarang ruang kelas lebih nyaman, aman, dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh orang tua siswa. Perubahan lingkungan sekolah dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar anak. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari.
“Anak saya sekarang lebih semangat belajar karena ruangannya nyaman dan tidak khawatir bocor saat hujan,” kata salah satu orang tua murid.
Kondisi serupa sebelumnya juga dialami oleh SD Yayasan Amal Keluarga. Sebelum revitalisasi dilakukan, kerusakan bangunan akibat lama tidak digunakan selama pandemi sempat menghambat kegiatan belajar mengajar. Perbaikan yang dilakukan kini memungkinkan sekolah kembali berfungsi secara optimal.
“Setelah diperbaiki, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Ini sangat membantu keberlangsungan pembelajaran,” ujar Kepala Sekolah, Asep Miftahudin.
Tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar, dampak revitalisasi juga dirasakan di sekolah menengah kejuruan. Di SMK Kesehatan Cianjur, pembaruan fasilitas praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih mendekati kondisi dunia kerja. Ruang praktik yang ditata menyerupai layanan kesehatan nyata membantu siswa memahami alur kerja secara langsung.
“Fasilitas ini membantu kami saat praktik dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar salah satu siswa.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, perbaikan fasilitas turut memperluas ruang belajar dan bermain. Di TK Al Hikmah, ketersediaan sarana seperti area bermain, toilet, dan ruang kesehatan membuat aktivitas anak menjadi lebih optimal.
Guru TK Al Hikmah, Oom Romlah, menyebut bahwa sebelumnya kegiatan anak masih terbatas. Kini, dengan fasilitas yang lebih lengkap, proses pembelajaran menjadi lebih variatif.
Sementara itu, orang tua siswa juga merasakan manfaatnya. Lingkungan yang lebih layak membuat anak-anak lebih aktif dan gembira saat berada di sekolah.
“Sekarang anak-anak bisa bermain dengan lebih leluasa dan terlihat lebih senang,” ujar salah satu wali murid.
Di sisi lain, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proyek pembangunan membuka peluang kerja bagi warga, sehingga turut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami mendapat tambahan penghasilan,” kata salah satu pekerja.
Selain itu, peningkatan fasilitas juga berdampak pada kualitas pembelajaran di tingkat SMP. Di SMPN 3 Sliyeg, ruang kelas baru serta dukungan perangkat pembelajaran membuat kegiatan belajar mengajar lebih interaktif dan efektif.
“Fasilitas yang ada sekarang sangat membantu kami dalam menyampaikan materi secara lebih menarik,” ujar salah satu guru.
Siswa pun menunjukkan respons positif terhadap perubahan tersebut. Lingkungan sekolah yang lebih bersih, fasilitas yang memadai, serta dukungan program pendukung membuat mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
“Kami jadi lebih nyaman belajar, fasilitasnya lengkap dan mendukung,” ungkap salah satu siswa.
Secara keseluruhan, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Lingkungan belajar yang lebih layak menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
(Tim media)