Bandung Barat – Koordinasi antara Dinas Pendidikan Kota Bogor dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat dilakukan untuk memastikan analisis daya tampung dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berjalan lebih akurat.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 ini difokuskan pada penyamaan pemahaman terkait perhitungan daya tampung sekolah, yang menjadi salah satu aspek krusial dalam proses penerimaan murid baru.

Dalam pembahasan, analisis daya tampung tidak hanya dilakukan berdasarkan jumlah ruang kelas, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain sebaran satuan pendidikan, potensi jumlah calon murid, serta kepadatan penduduk di masing-masing wilayah.

Perbedaan karakteristik wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan kapasitas sekolah. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat komprehensif agar kebijakan yang dihasilkan tetap relevan dengan kondisi daerah.

BBPMP Jawa Barat berperan dalam melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap setiap usulan daya tampung yang diajukan. Proses ini dilakukan untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaksanaan verval mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan, Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB, serta Kepmendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme penetapan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar.

Dalam proses tersebut, setiap usulan yang bersifat pengecualian wajib disertai dengan data pendukung yang lengkap dan valid. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berbasis kebutuhan, tetapi juga memiliki dasar yang kuat.

Koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk meminimalkan potensi permasalahan dalam pelaksanaan SPMB, khususnya yang berkaitan dengan ketidaksesuaian data daya tampung di lapangan. Dengan penguatan pada tahap perencanaan dan validasi data, pelaksanaan SPMB diharapkan dapat berlangsung lebih tertib dan mampu menjangkau seluruh calon peserta didik secara merata.

Melalui langkah ini, Dinas Pendidikan Kota Bogor bersama BBPMP Jawa Barat menekankan pentingnya penyelenggaraan SPMB yang objektif, transparan, dan berkeadilan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.

(Tim media)