Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan, kepala sekolah, serta guru dari jenjang PAUD hingga SMA di berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan secara daring untuk menjangkau lebih banyak peserta dan memperluas pemahaman tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

Kepala Bagian Umum BBPMP Jabar, Mardi Wibowo, dalam pembukaannya turut menceritakan duka yang dialami warga sekolah di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, yang terdampak longsor beberapa waktu lalu.

“Sekolah bukan hanya tempat mereka untuk belajar, sekolah itu adalah tempat mereka untuk membangun mimpinya, mengantar masa depannya, sekolah adalah tempat lahirnya generasi yang suatu hari nanti akan menggantikan kita akan memimpin negeri ini, dan kita sangat berharap mereka tumbuh dalam suasana, dalam lingkungan yang penuh dengan kebaikan, yang penuh dengan keamanan, yang penuh dengan kenyamanan,” ujar Mardi saat membuka acara secara resmi

Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya keselamatan di satuan pendidikan, terutama setelah beberapa wilayah di Jawa Barat mengalami peristiwa pergerakan tanah dan longsor dalam waktu terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekolah juga perlu memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko bencana yang mungkin terjadi.

Dalam kegiatan tersebut, pihak BBPMP Jawa Barat menekankan bahwa sekolah bukan hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang yang harus memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah. Lingkungan pendidikan yang aman dinilai sangat penting agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik dan siswa dapat berkembang secara optimal.

BBPMP Jawa Barat juga menampilkan dokumentasi kondisi salah satu sekolah yang terdampak bencana longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Tayangan tersebut memperlihatkan bagaimana fasilitas pendidikan sempat digunakan sebagai tempat pengungsian ketika terjadi bencana.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa satuan pendidikan perlu memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat. Selain kesiapan infrastruktur, kesiapsiagaan warga sekolah juga menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko saat bencana terjadi.

Salah satu guru dari SD Negeri Karyabakti di wilayah Cisarua mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi sempat menimbulkan rasa cemas pada para siswa. Namun secara perlahan kondisi psikologis siswa mulai membaik seiring dengan dukungan dari sekolah dan berbagai pihak yang terlibat dalam proses pemulihan.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi sekolah untuk meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa depan.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, BBPMP Jawa Barat juga menghadirkan narasumber dari Bandung Mitigasi Hub yang memberikan pemaparan mengenai manajemen kebencanaan di lingkungan sekolah. Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah dalam menyusun rencana mitigasi yang lebih terstruktur. Sekolah juga didorong untuk mengenali potensi risiko bencana di wilayah masing-masing sehingga dapat menyusun langkah pencegahan yang lebih tepat.

Melalui kegiatan sosialisasi SPAB ini, satuan pendidikan diharapkan tidak hanya memahami teori mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik di lingkungan sekolah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap risiko bencana.

(Tim media)