Cianjur – Upaya pemerataan akses pendidikan terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan. Di Kabupaten Cianjur, penggunaan Papan Interaktif Digital mulai diterapkan di PAUD Kunang-Kunang dan PKBM Bhayangkara sebagai bagian dari dukungan terhadap proses belajar yang lebih adaptif dan inklusif bagi anak usia dini dan peserta didik pendidikan kesetaraan.
Lembaga tersebut melayani peserta didik dari latar belakang keluarga petani, dengan rentang usia yang beragam. Anak-anak PAUD mengikuti pembelajaran dasar, sementara peserta didik PKBM tetap menjalani pendidikan di tengah aktivitas membantu orang tua. Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan pembelajaran menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar melalui metode yang lebih visual dan partisipatif. Perangkat ini memungkinkan guru menyajikan materi secara variatif, sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam kegiatan menulis, menggambar, dan mengenal konsep dasar pembelajaran secara interaktif.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai penguatan layanan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sekolah formal, tetapi juga perlu menjangkau jalur pendidikan nonformal dan informal. Pendekatan tersebut dipandang penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan konvensional.
“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.
“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” tambahnya.
Melalui integrasi teknologi pembelajaran dan penguatan ekosistem belajar di masyarakat, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sejak usia dini sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di berbagai satuan pendidikan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 83/sipers/A6/II/2026