Cianjur — Anak-anak di SDN Batulayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, (31/1/2026) mendapat pendampingan psikososial menyusul bencana angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya pemulihan dampak bencana terhadap peserta didik.

Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa dukungan terhadap anak-anak terdampak bencana tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyasar pemulihan kondisi mental dan rasa aman. Menurutnya, trauma yang dialami anak perlu ditangani secara bertahap agar tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan psikologis mereka.

“Anak-anak harus tetap semangat bersekolah. Trauma yang dialami perlu kita pulihkan secara perlahan agar tidak menjadi ketakutan yang berkepanjangan. Kita bangun keyakinan bahwa semua ini bisa kita lalui bersama,” tambahnya.

Selain memberikan pendampingan, DWP Kemendikdasmen menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah serta bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas belajar anak-anak di sekolah.

Kepala SDN Batulayang, Siti Badriah, menjelaskan bahwa bencana puting beliung yang terjadi pada Oktober 2025 menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah siswa dan meninggalkan dampak psikologis yang masih dirasakan hingga kini. Ia menyebut sebagian murid mengalami kecemasan, ketakutan, serta penurunan semangat belajar pascabencana.

Sebagai bagian dari pemulihan trauma, kegiatan juga diisi dengan aktivitas edukatif seperti menggambar rumah impian. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan dan membangun kembali rasa aman serta harapan. Pendekatan ini dinilai membantu proses pemulihan psikologis sekaligus mendorong anak tetap optimistis menghadapi masa depan.

Sumber: website kemendikdasmen