Cianjur — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat telah menyelesaikan revitalisasi 83 satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,Sabtu (31/1/2026), sepanjang 2025 dengan total anggaran sekitar Rp106 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Secara nasional, Kemendikdasmen merevitalisasi 16.169 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Capaian tersebut melampaui target awal yang hanya mencakup 10.440 satuan pendidikan, seiring penerapan sistem swakelola yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan.
“Awalnya anggaran Rp16,9 triliun itu hanya untuk 10.440 satuan pendidikan, tapi dengan sistem swakelola atas saran Presiden Prabowo ternyata terjadi efisiensi lebih dari 32 persen, namun kami dapat menuntaskan revitalisasi untuk 16.169 satuan pendidikan,” Ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Di Cianjur, revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah dan pendidikan khusus. Meski demikian, masih terdapat lima satuan pendidikan yang proses pengerjaannya belum rampung, terdiri atas dua taman kanak-kanak dan tiga sekolah dasar, yang ditargetkan segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Kemendikdasmen menyebut kendala penyelesaian pembangunan tersebut dipengaruhi faktor alam dan kondisi geografis. Cuaca hujan serta jarak lokasi yang relatif jauh menjadi tantangan dalam distribusi material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Beberapa revitalisasi yang belum selesai tersebut karena faktor alam atau geografis, misalnya ketika pengerjaan terjadi cuaca hujan, dan serta jarak yang cukup jauh, sehingga berpengaruh terhadap pengiriman material,” ujarnya.
Selain berfokus pada perbaikan infrastruktur sekolah, program revitalisasi juga diarahkan agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelibatan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan material dari wilayah setempat diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pendidikan.
(Tim media)