by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan kebijakan Manajemen Talenta Murid melalui Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memastikan pengelolaan potensi murid berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Regulasi ini dirancang untuk memberi kesempatan yang setara bagi setiap murid mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik sesuai potensi masing-masing.
Kebijakan tersebut menandai pergeseran pendekatan pengembangan prestasi murid dari berbasis kegiatan sesaat menuju sistem yang terintegrasi. Pemerintah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) sebagai basis data nasional untuk mencatat, memantau, dan mengkurasi capaian serta potensi murid secara berkelanjutan, termasuk keterkaitannya dengan jalur pendidikan lanjutan.
Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menyatakan kebijakan tersebut hadir sebagai pembeda dari regulasi sebelumnya karena menempatkan manajemen talenta sebagai agenda strategis nasional.
“Sekarang kita tidak lagi event based , tetapi system based . SIMT menjadi gerbang utama agar seluruh prestasi dan talenta murid tercatat secara nasional, terkurasi, dan terintegrasi dengan sistem penerimaan murid baru maupun karier belajar,” kata Mariman
Manajemen talenta murid disusun dengan empat prinsip utama, yakni berpusat pada murid, inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan bakat dan minat murid dilakukan sejak satuan pendidikan hingga tingkat nasional, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendikdasmen menyiapkan program Beasiswa Talenta Indonesia yang akan diperluas pada 2026. Program ini mencakup beasiswa bagi murid dan guru, baik untuk pendidikan degree maupun non-degree, sebagai upaya menjaga kesinambungan pengembangan talenta dan akses pendidikan bermutu.
Dalam Taklimat Media yang sama, Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi, Biyanto, menjelaskan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 Ia menyebutkan Permendikdasmen disusun berdasarkan mandat regulasi di atasnya, seperti perpres dan undang-undang, serta kebutuhan untuk menyelaraskan dinamika kelembagaan.
“Kami ada program-program prioritas yang itu menjadi visi besar dari kementerian ini yaitu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Biyanto.
Melalui regulasi ini, pemerintah menegaskan komitmen membangun sistem pendidikan yang adil dan adaptif terhadap keberagaman potensi murid di seluruh Indonesia. Manajemen talenta diposisikan sebagai proses jangka panjang yang terhubung antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 84/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Cianjur – Upaya pemerataan akses pendidikan terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran di satuan pendidikan. Di Kabupaten Cianjur, penggunaan Papan Interaktif Digital mulai diterapkan di PAUD Kunang-Kunang dan PKBM Bhayangkara sebagai bagian dari dukungan terhadap proses belajar yang lebih adaptif dan inklusif bagi anak usia dini dan peserta didik pendidikan kesetaraan.
Lembaga tersebut melayani peserta didik dari latar belakang keluarga petani, dengan rentang usia yang beragam. Anak-anak PAUD mengikuti pembelajaran dasar, sementara peserta didik PKBM tetap menjalani pendidikan di tengah aktivitas membantu orang tua. Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan pembelajaran menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar melalui metode yang lebih visual dan partisipatif. Perangkat ini memungkinkan guru menyajikan materi secara variatif, sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam kegiatan menulis, menggambar, dan mengenal konsep dasar pembelajaran secara interaktif.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai penguatan layanan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sekolah formal, tetapi juga perlu menjangkau jalur pendidikan nonformal dan informal. Pendekatan tersebut dipandang penting untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan konvensional.
“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Mendikdasmen kepada para murid.
“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Sehingga pendidikan itu tidak hanya diselenggarakan di sekolah-sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” tambahnya.
Melalui integrasi teknologi pembelajaran dan penguatan ekosistem belajar di masyarakat, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sejak usia dini sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di berbagai satuan pendidikan.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 83/sipers/A6/II/2026
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Jawa Barat menerima kunjungan Program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga penjaminan mutu pendidikan dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang ad ministrasi pendidikan.
Melalui KKL ini, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai peran dan fungsi BBPMP Jawa Barat dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Pemaparan materi dan diskusi difokuskan pada praktik tata kelola pendidikan, kebijakan mutu, serta tantangan implementasi penjaminan mutu di satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut mengusung tema Peluang Karier dan Kompetensi Lulusan Administrasi Pendidikan dalam Sistem Penjaminan Mutu dan Tata Kelola Pendidikan. Tema ini diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kebutuhan kompetensi di dunia kerja, khususnya pada sektor pendidikan yang menuntut kemampuan analisis, pengelolaan data, serta pemahaman regulasi.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara kebijakan, pelaksanaan program, dan peningkatan mutu layanan pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan perspektif praktis yang relevan dengan dinamika dunia kerja setelah lulus.
BBPMP Jawa Barat menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, responsif terhadap perubahan, serta mampu berperan aktif dalam penguatan mutu pendidikan.
(Tim media )
by Tim Media | Feb 3, 2026 | Warta Kiwari
Cianjur — Anak-anak di SDN Batulayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, (31/1/2026) mendapat pendampingan psikososial menyusul bencana angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya pemulihan dampak bencana terhadap peserta didik.
Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa dukungan terhadap anak-anak terdampak bencana tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyasar pemulihan kondisi mental dan rasa aman. Menurutnya, trauma yang dialami anak perlu ditangani secara bertahap agar tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan psikologis mereka.
“Anak-anak harus tetap semangat bersekolah. Trauma yang dialami perlu kita pulihkan secara perlahan agar tidak menjadi ketakutan yang berkepanjangan. Kita bangun keyakinan bahwa semua ini bisa kita lalui bersama,” tambahnya.
Selain memberikan pendampingan, DWP Kemendikdasmen menyalurkan bantuan berupa perlengkapan sekolah serta bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas belajar anak-anak di sekolah.
Kepala SDN Batulayang, Siti Badriah, menjelaskan bahwa bencana puting beliung yang terjadi pada Oktober 2025 menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah siswa dan meninggalkan dampak psikologis yang masih dirasakan hingga kini. Ia menyebut sebagian murid mengalami kecemasan, ketakutan, serta penurunan semangat belajar pascabencana.
Sebagai bagian dari pemulihan trauma, kegiatan juga diisi dengan aktivitas edukatif seperti menggambar rumah impian. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan dan membangun kembali rasa aman serta harapan. Pendekatan ini dinilai membantu proses pemulihan psikologis sekaligus mendorong anak tetap optimistis menghadapi masa depan.
Sumber: website kemendikdasmen