Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya oleh Wamendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan yang Merata

Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya oleh Wamendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan yang Merata

Tasikmalaya – Pemerintah terus mendorong pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini kembali terlihat dengan diresmikannya sejumlah Unit Sekolah Baru (USB) dan hasil revitalisasi sekolah tahun 2025 yang dipusatkan di SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., didampingi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Acara ini turut dihadiri jajaran Muspida, Dinas Pendidikan, organisasi kepemudaan, lembaga masyarakat, tokoh masyarakat, camat, hingga para pendidik.

SMA Negeri 11 Tasikmalaya yang berada di Kecamatan Bungursari kini menjadi simbol penting pemerataan layanan pendidikan menengah di wilayah yang sebelumnya belum memiliki sekolah negeri. Kehadiran lembaga pendidikan baru ini diharapkan memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih memadai.

“Pembangunan ini diawali usulan tokoh masyarakat setempat. Kebetulan ada warga dermawan yang menghibahkan tanahnya. Pemerintah pusat kemudian menjadikannya program prioritas demi meningkatkan mutu sarana pendidikan,” jelas Prof. Atip.

Ia menitipkan pesan kepada masyarakat agar merawat fasilitas pendidikan tersebut dengan sepenuh hati. “Mari kita jaga bersama agar SMAN 11 menjadi sekolah unggulan yang membanggakan bagi Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Revitalisasi satuan pendidikan mencakup sejumlah peningkatan, mulai dari perbaikan sarana prasarana, penataan lingkungan sekolah, hingga penyediaan fasilitas dasar seperti air bersih dan sanitasi. Program ini bertujuan menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas demi menunjang proses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik.

Dalam sambutannya, Prof. Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa upaya peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta penciptaan budaya sekolah yang bersih dan aman harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur pendidikan.

( Tim Media)